Jalan Lintas Pantai Barat Lumpuh

sentralberita|Madina~Lintas Pantai Barat di Desa Panggautan Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sempat lumpuh dan tak bisa dilalui oleh Kenderaan bermotor mulai dari roda enam sampai dengan selanjutnya selama Dua Jam dan telah menyebabkan antrian panjang disebelah arah Pasar Natal serta arah Tabuyung jalan tersebut.

Penelusuran sentralberita.com di lapangan, bahwa jalan tersebut mulai lumpuh sejak sekira pukul 13:30 Wib hingga sekira pukul 15:30 Wib yang diakibatkan bahwa ada satu unit mobil Dum Truck bermuatan sertu terkapar disatu jembatan kayu di depan Mesjid Al-Mujahirin yang diakibatkan patah per hingga tak bisa dijalankan di Jalan Nasional di Desa Panggautan itu, pada minggu (12/10/2019).

Rizaldi Lubis Warga Desa Panggautan yang ditanyai menjelaskan, saat itu sekira pukul 13:40 Wib pada Minggu (12/10/2019) telah membenarkan peristiwa tersebut, dan diketahuinya antrian panjang Kenderaan truck fuso banyak saat itu, dan hal tersebut dikatakannya telah menjadi perhatian publik, jalan lintas tersebut merupakan akses satu-satunya yang dapat dipergunakan oleh publik yang ingin melintas ke panyabungan maupun ke Tabuyung sekitar.

Dijelaskannya, selain karena mobil dum truck tersebut yang rusak hingga membuat jalan nasional itu menjadi lumpuh, serta jembatan yang telah amblas akibat bencana alam pada tahun 2018 itu juga sangat dan patut menjadi alasan serta untuk diperhatikan oleh pemerintah, pasalnya jembatan tersebut saat ini hanya dibangun seadanya dari pokok kelapa yang dibaris-bariskan saja Sebagai penanggulangan pertama agar arus lalu lintas tidak macet pada tahun 2018 yang lalu, ungkap Rizaldi.

Sebab jembatan kondisinya tidak rata, serta ketahanannya juga tak ada yang bisa menjamin, karena Kenderaan yang melintasinya kebanyakan berkapasitas mulai dari 8 Ton hingga 35 Ton, yang notabenenya tidak sesuai dengan kelas jalan maupun daya kekuatan jalan lintas tersebut, ucapnya.

Dia meminta, agar pemerintah lebih memperhatikan keadaan infrastruktur di Pantai Barat ini, mestinya jembatan itu segera dibangun mengingat keadaan pelintas dab pengguna jalan yang tidak seimbang dengan keadaan jembatan tersebut saat ini, pungkas Rizaldi Lubis.

Diketahui bahwa sejak sekitar pukul 15:30 Wib arus lalulintas di jalan tersebut kini telah kembali normal, karena mobil dum truck yang terkapar sebelumnya di jembatan depan Mesjid Al-Mujahirin Desa Panggautan itu telah diperbaiki dan dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan tidak mengganggu jalan lintas Pantai Barat itu lagi.
(MAH)

Comments