Ini kata Edy rahmayadi dan Akhyar Nasution tentang OTT KPK

sentralberita|Medan~Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Walikota Medan, Akhyar Nasution terlihat serius membicarakan perkembangan terkini tentang kota Medan,disela-sela menghadiri acar and Personal Hari IPod Nasional 2019 di Lapangan Merdeka, Medan,Kamis (1710), pasca di tangkapnya Walikota Medan, Tengku Dzulmi Eldin dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, Selasa tengah malam kemarin.

Edy Rahmayadi dan Akhyar Nasution tampak duduk berdampingan di sela-sela acara peringatan Hari ulos nasional 2019 di Lapangan Merdeka Medan Kamis siang tadi.

Meski keduanya tampak serius ,namun wartawan tidak bisa menswear untuk merekam pembicaraan yang menjadi bahasan Edy Rahmayadi dan Akhyar Nasution .

Usai membuka acara tersebut,Gubernur Sum it, Edy Rahmayadi dan Wall Walikota Medan,Akhyar Nasution bersedia untuk memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan yang telah menunggu.

Berikut petikan pernyataan disampaikan Gubernur Sumatra Utara, Edy rahmayadi,

Menurut Edy rahmayadi, apa yang dilakukan oleh pihak KPK adalah untuk kepastian hukum, tindakan yang dilakukan merupakan hal yang lumrah .

karena itu Gubernur Edy Rahmayadi meminta Wakil Walikota Medan Akhyar Nasution ,segera untuk melanjutkan kegiatan amanah rakyat, dan tidak perlu lagi melakukan hal-hal yang salah.Karena itulah kata Edy Rahmayadi, pembangunan di kota Medan tidak boleh terhenti ,hanya karena Ada OTT KPK.

“Pembangunan di Kota Medan, harus berjalan sebagaimana mestinya”harap Why.

Menanggapi pernyataan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi ,Wakil Walikota Medan ,Akhyar Nasution dengan hati-hati memberikan pernyataannya kepada wartawan ,dengan menyatakan terlebih dahulu memohon maaf kepada seluruh warga masyarakat kota Medan atas terjadinya OTT KPK terhadap Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin dan kawan-kawan.

Akhyar menyatakan,telah melakukan rapat dengan seluruh jajaran pemerintah kota Medan pada Kamis pagi di kantor walikota Medan, dan berharap agar Semua pejabat di lingkungan pemerintah kota Medan menghentikan budaya setoran, karena selama ini budaya setoran tersebut ,menjadi kendala dalam melaksanakan tugas-tugas membangun kota Medan .

“Apabila kita semua sepakat untuk menghentikan budaya setoran , maka kita bisa fokus untuk membangun kota Medan sebagaimana diamanatkan oleh rakyat dan masyarakat kota Medan kepada pemerintah kota Medan”tegas,Akhyar.(SB/diur)