Utamakan Pencegahan, Gojek Edukasi Anti Kekerasan ke Mitra Driver

Alvita Chen (Senior Manager Corporate Affairs Gojek), Anindya Restuviani, Co-Director Hollaback! Jakarta, Haryani dari Polda Sumut, Sherly Anita dari LBH APIK memberikan keterangan kepada wartawan di Kantor Gojek, CBD Polonia Medan Rabu (3/7).

sentralberita|Medan~ Gojek mendorong budaya peduli aman melalui pelatihan preventif yang secara terus-menerus dilakukan dalam skala nasional Di Medan, kali ini menggandeng organisasi nirlaba Hollaback! dan LBH Apik Kota Medan untuk memberikan modul edukasi yang komprehensif mengenai anti-kekerasan seksual.

Acara yang berlangsung di Kantor Gojek, CBD Polonia Medan Rabu (3/7) itu diikuti sejumlah driver yang didominasi kaum hawa. Para driver ini sudah lama menjadi mitra Golek di Medan.

Sebagai penyedia layanan on-demand terbesar di diIndonesia, Gojek berkomitmen untuk menghadirkan ruang yang aman bagi seluruh pengguna. Bagi Gojek, mengusahakan keamanan pengguna bukan hanya melulu mengenai pengembangan fitur. Ruang yang aman itu hanya bisa diwujudkan dan dipertahankan melalui edukasi yang bersifat preventif.

“Intinya kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman pada mitra maupun penumpang,” kata Alvita Chen, Senior Manager Corporate Affairs Gojek.

Alvita mengatakan bagi Gojek rasa aman adalah kebutuhan mendasar bagi mitra dan pengguna. Memang betul, pengembangan fitur dapat menopang rasa aman pengguna ketika sedang dalam perjalanan, namun edukasi mitra tidak boleh dilupakan.

“Edukasi mitra membekali mitra dengan pengetahuan yang tepat sehingga tahu bagaimana caranya mencegah hal-hal yang dapat menyebabkan gangguan keamanan,” kata Alvita.

Menurutnya bagian dari antisipasi anti kekerasan seksual adalah dengan pelatihan ke mitra driver di seluruh Indonesia dengan tujuan agar penumpangnya aman. Go Life komit memberikan pelayanan yang aman. “Penting bagi kami memberikan rasa aman dalam bekerja,” katanya, seraya menambahkan
Edukasi ada dua, satu sediakan fitur kemanan di aplikasi Gojek.

Kekerasan yang dilaporkan ke Gojek kecil sekali hanya 0,01 persen dari semua komplain dari driver Gojek. “Kecil sekali tapi perlu tetap diberikan antisipasi keamanan dan kenyamanan,” jelasnya.

Berangkat dari kepedulian Gojek akan upaya edukasi mitra, Gojek menjadi pelopor di industri ride-hailing dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai kekerasan di ruang publik, termasuk kekerasan seksual. Untuk itu, Gojek berinisiatif menggandeng HollabackJakarta, organisasi nirlaba yang berfokus mencegah dan menghentikan kekerasan seksual di ruang publik. Melalui kerjasama tersebut, mitra Gojek diberikan pelatihan tatap muka. Khusus di Medan, Gojek juga menggandeng LBH APIK yang mewakili organisasi masyarakat di tingkat lokal sehingga materi pelatihan menjadi semakin komprehensif.

Anindya Restuviani, Co-Director Hollaback! Jakarta mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Gojek. Sebagai perusahaan penyedia layanan on-demand yang bermitra dengan jutaan masyarakat, kerjasama ini tentu membawa angin segar bagi gerakan melawan kekerasan di ruang publik. Melalui pelatihan ini, keamanan layanan Gojek semakin diperkuat karena mitra Gojek yang sudah mendapatkan pelatihan didorong untuk membagikan pengetahuan yang mereka terima kepada rekan-rekannya dan pengguna. Selain itu, peserta pelatihan juga mampu mengambil tindakan intervensi untuk kekerasan seksual di ruang publik.

“Sampai sekarang ada 600 lebih kasus kekerasan seksual di ruang publik,” ujarnya

Modul pelatihan yang dipaparkan Hollaback! dan organisasi lainnya disesuaikan dengan keseharian mitra sehingga tepat sasaran, mudah dipahami dan mudah dijalankan. Mitra berkesempatan mengenal jenis-jenis kekerasan yang harus dihindari, mulai dari yang ringan hingga yang berat. Selain itu, mitra juga dikenalkan dengan metode intervensi saksi sehingga menj
adi agen penular budaya aman kepada masyarakat sekitar.

“Kegiatan edukasi tatap muka seperti ini, te|ah menjangkau lebih dari 4.000 mitra di lebih dari 30 kota di Indonesia. Selain Mitra Go-Ride dan Go-Car, edukasi serupa diberikan pula kepada para Mitra GO-Massage layanan on-demand pijat profesional yang merupakan bagian dari GO-Life.

“Dalam waktu dekat, modul pelatihan hasil kerjasama kami dengan pakar-pakar terkait juga akan segera diluncurkan sehingga semakin banyak masyarakat yang mengambil bagian dalam menciptakan budaya peduli aman,” jelas Alvita.

Harayani dari Polda Sumut mengatakan pihaknya memaparkan bagimana tindakan kekerasan seksual baik terhadap perempuan maupun laki-laki. Materi yg dipaparkan masalah kekerasan seksual. Gojek itu tidak hanya laki-laki tapi juga perempuan.

Sherly Anita dari LBH APIK menambahkan pihaknya membantu jika ada tindakan kekerasan seksual khususnya bagi kaum wanita. (SB/wie)