Seorang Kakek 70 Tahun Nikahi Gadis 30 Tahun dengan Mahar 1 Miliar

Sentralberita|Kakek tajir Muhammad Ali Dg Makkelo (70) asal Bone, Sulsel, akhirnya resmi menikahkan pujaan hatinya. Sang kakek menikahi istrinya Andi Nurfhaidah (30) itu dengan mahar Rp 1 miliar dan masih gadis.

Acara resepsi digelar di rumah mempelai wanita, di Dusun Teko, Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina. Prosesi acara pun berlangsung meriah.

Rombongan mobil pengantar mempelai lelaki bahkan berjejeran sekitar 100 meter di sisi jalan dan sempat memacetkan jalan Poros Bone-Sinjai.

“Saya nikahkan Andi Nurfhaidah dengan Muh. Alwi Dg. Makkelo dengan mahar uang Rp 200 juta dan seperangkat alat salat, Tunai Karena Allah,” yang diulangi Amiruddin menggunakan mikrofon saat menjadi wali penghulu ketika menikahkan keduanya.

Baca Juga :  Nikson Nababan Silaturahmi Bersama Mahasiswa Perantauan di Bandung

“Saaaah,” teriak para tamu, Minggu (19/2018).

Pernikahan mereka dilaksanakan dengan resepsi yang meriah. Resepsi pernikahan kakek tajir dengan gadis itu digelar di rumah mempelai wanita, di Dusun Teko, Desa Tanete Harapan, Kecamatan Cina. Resepsinya bahkan membuat lalin di lokasi macet.

Lalu, siapakah Alwi? Ia merupakan pengusaha di bidang pengembang properti. Ia merupakan warga Jl Dr Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Macanang, Tanate Riattang Barat, Bone. Alwi kini menjabat dirut di perusahaan itu.

Duda ditinggal mati ini telah memiliki 3 anak yang sudah dewasa. Salah seorang anak merupakan pengusaha sukses dan punya nama dalam skala nasional untuk sejumlah bisnis properti.

Untuk mempersunting pujaan hati, sang kakek tajir tak main-main. Mahar senilai Rp 1 miliar disiapkan. Mahar nya mulai dari uang tunai ratusan juta, perhiasan hingga mobil jenis compact SUV.

Baca Juga :  Bantuan Rumah Ibadah Rutin Dilaksanakan Nikson Nababan Secara Adil dan Merata

Minggu 19 Agustus pun jadi momen bahagia sang kakek dan istrinya. Mahar senilai Rp 1 miliar itu tetap dipajang bahkan mobilnya diparkir di halaman pesta.

Rombongan mobil pengantar mempelai lelaki bahkan berjejeran sekitar 100 meter di sisi jalan dan sempat memacetkan jalan Poros Bone-Sinjai.

Prosesi juga mempersembahkan beragam tradisi adat budaya. Di antaranya, sejumlah gadis dayang-dayang cantik berpakaian baju adat baju bodi dengan membawa payung bertelekan pernik hiasan nampak mengiringi kedua mempelai memasuki ruang tenda pelaminan.(SB/Kom/01).

Tinggalkan Balasan

-->