LLTT Beroperasi Tiga Bulan Lagi, Regulasinya Sedang Dilengkapi

Sentralberita|Medan~Layanan Lumpur Tinja Terjwadwal (LLTT) telah launching bersamaan dengan Layanan Sambungan Air Minum Online dan sekaligus peresmian Instalasi Pengolahan Tinja Lumpur (IPLT) dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) oleh Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuldjono, Jumat (26/1/2018) di Jalan Flamboyan Cemara Medan.

Menanggapi wartawan tentang Layanan Lumpur Tinja Terjawal (LLTT), Irwansyah yang merupakan Urban Sanitasi IUWASH mengungkapkan, lanching yang dilakukan, resmi berjalannya penyedotan lumpur tinja di tengki septik rumah-rumah penduduk khusnya di kota Medan, namun hingga saat ini sistem polanya harus ada,regulasinya harus jelas misalnya berapa biayanya penyedotannya, kepastian pembuangannya, uang tarif penyedotannnya dan semuanya harus dikemas dalam bentuk program layanan lumpur terjadwal itu.

“Soal uang tarifnya hampir selesai yang disertai Peraturan Walikota (Perwal) Layanan Lumpur Tinja Terjwadwal,”ujar Irwansyah dari Urban Sanitasi IUWASH itu.

Seraya mengungkapkan hal itu merupakan otoritas Pemko Medan, namun diyakininya regulasi tersebut diperkirakannya siap sekitar tiga bulan lagi dan ada kajian teknisnya. Dengan demikian katanya, tahun 2018 ini sudah beroperasi dan sudah jalan dan layanan sempurnanya minimlal bertahap.

Irwansyah mengungkapkan, berdasarkan hasil survei sekitar 20 liter perorang per tahun. Dengan demikian setiap tangki (penampungan tinja) maksimal setiap tiga tahun harus di sedot dan dari 5000 rumah yang disurvei sekitar 18 persen sudah pernah disedot.

Sambil mengungkapkan, penyedotan pasti lebih murah dari biasa, program USAID IUWASH PLUS di hadir Indonesia untuk mendukung pemerintah dalam meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi serta perbaikan perilaku higiene bagi masyarakat miskin dan kelompok rentan di perkotaan.

“Regulasi – regulasi untuk operasional ini sekarang sedang dibuat. Mudah – mudahan bisa selesai di tahun ini juga, sehingga operator bisa menjalankan operasional IPLT,” ucapnya.

IUWASH PLUS, lanjutnya sebagai bagian dari program USAID (United States Agency International Development) akan terus memantau dan mendukung program sanitasi pemerintah dalam meningkatkan akses air minum dan layanan sanitasi seperti yang dilakukan ini, termasuk sosialisasi sanitasi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR membantu Pemerintah Kota Medan untuk membangun IPTL Kota Medan pada tahun 2017. Dibangunnya IPTL Kota Medan ini dengan kapasitas 100 meter kubik per hari yang ditargetkan dapat melayani 50.000 rumah yang memiliki tangki septik individual maupun komunal yang terbangun di wilayah Kota Medan.

Wali Kota Medan, T Dzulmi Eldin mengungkapkan, terkait layanan sanitasi ini, Pemko Medan sudah menyerahkan kewenangan perencanaan kepada PDAM Tirtanadi.

“Mudah – mudahan dalam waktu dekat regulasi sudah selesai, sehingga bisa langsung dapat beroperasi maksimal untuk meningkatkan layanan sanitasi pada masyarakat,” pungkasnya.(SB/Husni L)

Comments