Inilah Para Ulama yang Mendapat Perlakuan Tak Mengenakan

Sentralberita| Jakarta~Penganiayaan terhadap KH Umar Basri di Bandung beberapa waktu lalu menambah daftar ulama yang menerima perilaku tak mengenakan. Jika ditelisik dua tahun kebelakang saja setidaknya ada 5 orang ulama yang bernasib seperti pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah ini.

1. Habib Rizieq Shihab

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan keluarganya menerima teror yang cukup hebat. Dimana, kediaman pria yang kini tengah diincar pihak kepolisian itu ditembak dari jarak jauh oleh orang tak dikenal (sniper).

Hal tersebut diungkapkan Ketua Presidium 212 Ustaz Ansufri ID Sambo saat mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta, Jumat (28/4). Akibat peristiwa tersebut, Habib Rizieq pun memutuskan memboyong keluargaanya ke luar negeri.

“Habib Rizieq tinggalkan tanah air, gara-gara ditembak sniper. Kalau nggak salah (penembakan), Selasa (25/4). Untungnya meleset, kena pendopo,” ungkap Sambo.

Pada pertengahan November 2016, media sosial (medsos) juga dihebohkan dengan tersebarnya kabar bahwa Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab telah dianiaya oleh oknum prajurit Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Informasi ini diketahui tersebar melalui pesan broadcast whatsapp.

Lokasi penganiayaan diketahui di Jalan Petamburan III Nomor 17, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun kabar ini kemudian dibantah oleh Gatot Nurmantyo selaku Panglima TNI pada saat itu. Jendral bintang 4 ini mengatakan bahwa kabar tersebut hoax, dan Rizieq sendiri dalam keadaan sehat.

2. Felix Siauw

Setahun berselang setelah kejadian Habib Rizieq. Tragedi kekerasaan verbal juga menimpa Ustad Kondang Felix Siauw. Kejadian ini bermula saat pria keturunan Tionghoa ini dijadwalkan menjadi penceramah di Masjid Manarul Islam, Bangil Jawa Timur, Sabtu (4/11).

Setibanya di lokasi pada pukul 08:00 WIB Felix telah dinanti oleh segerombolan polisi. Tak lama kemudian polisi meminta agar acara tersebut dibubarkan dan aparat juga langsung menggiring ustad kondang ini ke Polres Pasuruan.

Setelah dilakukan dialog panjang diketahui bahwa pembubaran ini akibat adanya tekanan kepada aparat dari ormas tertentu. Ormas ini diduga meminta agar Ustad Felix mau mengisi surat pernyataan bermaterai yang menyatakan dirinya tidak menyebarkan ideollogi khilafah.

Selain itu ormas ini juga menuntut agar pria keturunan Tionghoa ini mengakui bahwa ideologi pancasila merupakan ideologi tunggal NKRI dan poin terakhir menyatakan bahwa dirinya keluar dari Hizbut Tahriir Indonesia (HTI).

Hal ini tentu ditolak mentah-mentah oleh Felix. Ia juga turut memberikan klarifikasi didalam akun Instagramnya. “Bagi saya ini jelas-jelas sebuah jebakan dan juga penghinaan. Sebab jika saya menandatangani, sama saja saya mengaku bahwa semua yang dituduhkan pada saya benar adanya,” tulis Felix di @felixsiauw.

3. Ustad Abdul Somad

Kejadian persekusi juga menimpa Ustad Abdul Somad. Pada 9 Desember 2017 Ustad asal Riau ini dijadwalkan menjadi penceramah disebuah Tabliq Akbar di Bali. Namun pada saat menginap di Hotel Aston, Denpasar, secara mengejutkan segerombolan orang mendatangi tempat menginap Ustad Somad.

Dalam pengepungannya, masa menyebut alumni Kairo Mesir ini tidak berjiwa NKRI. Selain itu juga beberapa masa terlihat membawa senajata tajam. Setelah dilakukan mediasi oleh aparat, Ustad Somad tetap memberikan ceramahnya dengan aman, dan tidak menimbulkan korban.

Namun buntut permasalahan ini panjang, Koalisi Masyarakat Islam, serta beberapa pihak lain yang tidak terima Ulama idolanya ini diperlakukan semena-mena, melaporkan 10 orang dari 4 ormas Bali yang diduga melakukan persekusi. Kasus ini sendiri, sampai sekarang masih ditangani oleh penyidik.

4. Syekh Ali Jaber

Tanggal 4 November 2016, jutaan umat muslim melakukan aksi damai atau lebih dikenal aksi 411 di sekitar Monas. Acara ini ditujukan guna menggelar aksi protes terhadapat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok Gubernur DKI Jakarta pada waktu yang diduga melakukan penghinaan terhadap ulama dan Islam menggunakan surat Al Maidah ayat (51).

Setelah hari menjelang sore, ketika peserta aksi mulai berburan, tanpa alasan yang jelas secara tiba-tiba terjadi kerusuhan. Saat bentrok ini terjadi, Syekh Ali Jaber terkena gas air mata dari aparat yang berusaha menenangkan masa.

Kemudian akibat insiden ini, ulama keturunan Arab ini harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapat perawatan. Foto dirinya sedang terbaring di kasur perawatan juga viral di media sosial dan mendapat banyak simpati netizen.

5. KH Umar Basri

Kekerasan terhadap ulama terbaru menimpa KH Umar Basri pimpinan Pondok Pesantren Al Hidayah, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu (27/1). Pria 60 tahun ini tiba-tiba dipukuli oleh satu oknum tidak dikenal. Kejadian terjadi saat KH Umar sedang melakukan dzikir pasca shalat Subuh berjamaah.

Sesaat setelah santri memetikan lampu masjid, tiba-tiba Umar diterkam dari belakang dan dipukul secara membabi buta. Akibatnya ia menderita luka lebam yang cukup parah dibagian muka.

Setelah dilakukan penyelidikan oleh aparat, Polres Bandung berhasil menagkap satu orang diduga tersangka pemukulan. Namun penyidik menduga bahwa pelaku ini mengalami gangguan jiwa pasalnya selalu memberikan jawaban ngawur setiap kali ditanya.

Saat ini kasus penganiayaan ini sedang ditangani Polrss Bandung. Tersangka sendiri saat ini dibawa ke Rumah Sakit Polri Sartika Asih, guna dilakukan visum serta observasi kejiwaan oleh psikolog. (SB/jpc).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.