Rumah Keluarga tidak Mampu itu Dibongkar Kodim 0201/BS

Sentralberita| Medan~Bukan seperti pembongkaran bangunan mewah yang biasa terjadi di kota ini, karena menyalahi izin bangunan. Pembokaran kali ini  sebaliknyaan ini  d dilakukan Kodim 02/01/BS adalah terhadap sejumlah rumah yang tak layak huni bagi keluaraga  yang kurang mampu dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)

Pada hari ke 9, gubuk Arsanah dilakukan rehab oleh prajurit Kodim 0201/BS dalam rangka Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 99 tahun 2017 yang berlangsung di Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan Kota Medan, Sumut.

Plh Pasi Intel Kodim 0201/BS, Kapten Kav Prima Wahyudi mengatakan, dalam program TMMD kali ini melaksanakan bedah rumah pada keluarga tidak mampu atas nama ibu Arsanah di Kampung Sentosa Barat Lingkunham 20 Kelurahan Sicanang Belawan.

“Hari ini, prajurit TNI melaksanakan bedah rumah milik ibu Arsanah. Dimana untuk situasi pekerjaan masih proses pembongkaran rumah,” kata Kapten Prima, Rabu (12/7/2017).

Selain melakukan pembenahan rumah, Kapten Prima mengatakan, sebagian prajurit TNI yang turut ambil dalam program TMMD ini juga melaksanakan penyuluhan pertanian tentang cara pembuatan ramuan organik Tanah (Rotan) dan Ramuan Organik Hama (Roma) serta Ramuan Organik Ternak (Roter) kepada para petani dan peternak serta nelayan.

“Persentase pekerjaan pada program TMMD sampai saat ini telah terjadi peningkatan, dimana untuk pekerjaan rehab dan pemasangan paving blok di halaman Sekolah Dasar Negeri 065010 Lingkunhan 18 mencapai 70 l%, pekerjaan perehaban dan pemasangan paving blok halaman Masjid Taqwa mencapai 63%, pekerjaan perehaban dan pemasangan paving blok di halaman Masjid Jamik mencapai 64%, pekerjaan pembuatan badan jalan sepanjang 500 meter mencapai 15%, pekerjaan pembuatan jalan tanggul sepanjang 350 meter telah mencapai 14%, pekerjaan pembuatan jembatan semi permanent sepanjang 14 meter telah mencapai 3%, pembuatan sumur artesis untuk masyarakat yang kekurangan sumber air bersih di bBok 30 Sicanang telah mencapai 65%, dan pekerjaan dalam melakukan bedah rumah masih proses pembongkaran rumah dengan pencapain 0%,” ucap Kapten Prima. (SB/husni l)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.