Warga Tegalsari III Setuju Tarif Air Naik Asalkan Pelayanan Ditingkatkan

 

Sentralberita| Medan~  Pelanggan berharap agar kenaikan tarif dibarengi dengan pelayanan prima. Hal ini  disampaikan Ali Aswan warga Jalan Bromo Gang Langgar Lorong Samsu, Kelurahan Tegal Sari III Kecamatan Medan Area.

“Kami tidak merasa keberatan bila tarif air naik hingga 4 persen bahkan 10 persen pun tak masalah asalkan ada jaminan kalau air ditempat kami khusus dikawasan Cabang Medan Denai lancar. “Tak masalah sama kami, kalau tarif air dinaikan namun pelayanan ditingkatkan, air lancar, setidaknya kami diberikan kepastian dapat menikmati air tanpa mempergunakan mesin pompa,” harapan Ali dalam acara sambung rasa pelanggan Sosialisasi penyesuaian tarif air PDAM Tirtanadi di Aula kelurahan Tegal Sari III Kecamatan Medan Area, Selasa (25/04/2017).

Menyahuti itu, Ketua Tim Tarif PDAM Tirtanadi Zulkifli Lubis mengakui debit air dikawasan cabang Medan Denai sangat lemah, jadi untuk itulah kita akan membangun instalasi dengan 240 liter perdetik dengan biaya Rp 66 miliar, dan IPA paket Pancurbatu berkapasitas 40 liter perdetik biaya Rp 10 miliar.

Selain itu, program PDAM Tirtanadi di 2017 menargetkan menambah 1380 liter perdetik dengan biaya Rp 320 Miliar yakni uprating IPA Sunggal 400 liter perdetik biaya Rp 65 miliar, uparating IPA Delitua 300 liter perdetik biaya Rp 35 milliar.

Diakuinya hanya beberapa daerah tertentu yang airnya mengalir selama 24 jam karena berdekatan dengan sumur pompa air atau booster.

Sementara itu, Kadiv Hubungan Pelanggan PDAM Tirtanadi, Tauhid Ichyar menyatakan diakhir 2017, nantinya masyarakat pelanggan Cabang Denai akan menikmati mutu air prima secara bertahap setelah pembangunan instalasi selesai.

Meski diakui keduanya bila perbandingan dengan Sumatra Selatan yang kini jauh lebih baik dari PDAM Tirtanadi. “Ini dikarenakan perdua tahun sekali PDAM Sumsel menaikan tarif sedangkan PDAM Tirtanadi sudah delapan tahun tertunda kenaikan tarif,” ucap Zulkifli.

Untuk melakukan pembenahan sistem pelayanan, Zulkifli menyebutkan PDAM Tirtanadi sangat membutuhkan dana sedikitnya Rp1,8 triliun untuk menambah debit air.

Oleh karena itu pada Desember 2016, Gubsu sudah setuju kenaikan tarif, seharusnya Pebruari sudah naik. Tapi harus ada sosialisasi dulu ke masyarakat pelanggan sehingga Mei 2017 baru mulai naik. “Artinya, kalau kepala daerah tak mengizinkan maka tarif air tak boleh naik,” kata Zulkifli.

Adapun penyesuaian tarif dilakukan melalui tahapan dan pertimbangan serta merujuk ketentuan Permendagri No.71 Tahun 2016 Ayat 2, pasal 1 ayat 10, pasal 3 ayat 1 huruf a serta pasal 22 dan 25 yang disesuaikan dengan tingkat inflasi, kenaikan UMK dan TDL.

Diutarakannya, karena keterbatasan dana yang dimiliki PDAM Tirtanadi masih tetap mempergunakan pipa peninggalan Belanda.

Sementara itu, Sekcam Medan Area, Yose Ferry bersama Lurah Tegal Sari III, Sahara Harahap, berharap dengan adanya pertemuan ini agar kira pihak PDAM Tirtanadi mengakomodir permintaan dari masyarakat.

Sama seperti pelanggan lainnya, Yose tak merasa keberatan bila tarif air naik akan tetapi harus disesuaikan dengan pelayanan. “Silahkan aja naik asal pelayanan ditingkatkan jangan lagi ada masalah keluhan air macat,” ucapnya.

Pendapat yang sama disampaikan, seorang Akademisi Fisipol USU Irvan Simatupang dalam acara tersebut menyampaikan PDAM Tirta tak berani menaikkan tarif air sewenang-wenang tanpa ada penghitungan dan analisas yang mendalam.

Usai acara sosialisasi, Ketua LSM Caraka Adventure Yudistira Adi Nugraha menyerahkan piagam kepada para pembicara Ketua Tim Tarif PDAM Tirtanadi Zulkifli Lubis yang juga Kepala Divisi (Kadiv) SDM PDAM Tirtanadi, Kadiv Hubungan Pelanggan Tauhid Ichyar mewakili Direksi PDAM Tirtanadi, Kacab PDAM Tirtanadi Medan Denai Askari Irvan Simatupang akademisi Fisipol USU, serta Sekcam Medan Area, Yose Ferry bersama Lurah Tegal Sari III, Sahara Harahap, serta perwakilan Pemprovsu. (SB/01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.