Ini Pesan Menteri ESDM Ignatius Jonan kepada ISKA

Sentralberita| Medan~ Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignatius Jonan berpesan kepada anggota Ikatatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA)  untuk tidak terlalu berfokus dengan belajar namun harus memperbanyak pelayanan. Pelayanan dinilai bagian dari gereja yang satu dan universal.

 

Harapan ini disampaikan  Ignatius Jonan saat pembicara dalam Musyawarah Nasional (Munas) ISKA 2017 di Katolik center lalu. Meski hanya 2 jam, tetapi pria kelahiran Singapura, 21 Juni 1963 ini banyak memberi pencerahan kepada ISKA terkait partisipasi ditengah masyarakat.

 

Jonan juga mengingatkan ISKA agar menyadari bahwa mereka adalah para cendekiawan bangsa. Maka ISKA harus berani menegaskan kedudukan bukan untuk mendukung satu agama saja tetapi terbuka pada agama lain.

 

Ia memberi contoh bagaimana sistem pemerintah yang dibangunnya. Sejak terpilih sebagai Mentri Perhubungan kemudian kini menjadi Menteri ESDM ia tidak pernah memilih staf khusus yang seagama dengannya. “Saya memilih berdasarkan kinerja mereka. Dan saya nilai layak jadi bukan soal agama yang saya pertimbangkan,” ujarnya.

 

DPD ISKA Sumut di bawah kepemimpinan Drs Hendrik Halomoan Sitompul selaku tuan rumah penyelenggara Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) berlangsung sukses di Katholik Centre Jl Mataram Medan mulai Jumat (24-26/3) lalu.

 

Dalam munas itupun berhasil memilih Hargo Mandiraharjo menjadi Ketua Presidium Pusat Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) periode 2017-2021. Hargo menggantikan Muliawan Margadana yang telah memimpin presidium pusat ISKA selama enam tahun, dalam dua periode.

 

Namun , mulai kali ini Hargo Mandiraharjo akan memimpin ISKA selama empat tahun, lebih lama dari periode sebelumnya, hanya tiga tahun. Sebab Forum Munas mengubah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga menambah masa satu periode kepengurusan menjadi empat tahun.

 

Usai terpilih, Hargo mengatakan akan berbuat maksimal dan menginginkan ISKA lebih baik. Dia berjanji ISKA menjadikan organisasi sebagai wadah kaderisasi. Kepada semua pihak khususnya pengurus dan anggota ISKA mengajak supaya bergandeng tangan membangun dan rasa memiliki sebagai organisasi katholik yang intelek. “Kita harus mengedepankan persoalan dengan ciri khas Kristiani, yakni kasih,” ujar Hargo. (SB/01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.