“Gedung Putih” di K.H Wahid Hasyim Mulai Banjir Pengunjung

Ini Ida Rasyad salah satu owner WhiteHaus Caffee yg bermukim di Swedia(foto-SB/DS)

Sentralberita| Medan~ Walau baru lebih dari satu minggu berdiri tapi WhiteHaus Caffe dan Bistro yang disebut-sebut  Rumah atau Gedung Putih itu sudah banyak didatangi pengunjung. Nama Whitehaus sendiri  sengaja digabung. Jadi kesannya lebih gampang di-ingat.

“ Ya, kami memang baru seminggu lebih berdirinya tepatnya pada Kamis, 26  Januari 2017 lalu. Idenya sih rame-rame dari kami para pendirinya. Kebetulan kami pendirinya semua di bawah  naungan  IPEMI ( Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia,red ). Jadi, kami hanya pengurus intinya saja yang membuka cafe ini.  Ini tak lain tak bukan tujuannya agar keuntungan yang kami dapatkan bisa masuk ke kas IPEMI,” ujar Yulidar Bugis, salah satu pendiri Whitehaus, saat ditemui Sentralberita.com, kemarin.

Menurut Bugis, IPEMI  sendiri berpusat di Jakarta dan diketuai oleh Ibu Inggrid Tansil dua tahun yang lalu, tepatnya 15 April.  “  Sedangkan di Medan, ketuanya saya sendiri. Di Medan adalah cabang  IPEMI yang ke-33,” aku  Bugis lagi.

Dengan  didirikannya caffe ini IPEMI menginginkan dapat membantu usaha-usaha para Muslimah yang tidak tersentuh. “ Di IPEMI  sendiri ada anggotanya  yang pengusaha atau yang ingin jadi pengusaha serta  ibu rumah tangga yang ingin bantu-bantu perekonomian keluarga. Di IPEMI  sudah ada pengusaha salon Muslimah, pemilik Swalayan dan salah satunya Caffe ini.”

ni juga owner WhiteHaus Caffe yang juga pengurus inti IPEMI (foto-SB/DS)

Konsep dari Whitehaus Caffee & Bistro ini sendiri adalah nuansa serba putih. Mulai dari pemilihan cat, sebagian kursi  dan partisi ruangan didominasi warna putih. Konsep ruangan seperti itu memungkinkan pengunjung mulai dari anak-anak muda, emak-emak arisan dan kegiatan Pengajian, merasa  betah berlama-lama berada di Whitehaus.

Menu yang ditawarkan WhiteHaus mulai dari menu Asia, Westren, International bahkan Tradisional. “ Kami menyajikan menu pembuka yanki  black mushrom keju yang rasanya tentu saja pas sekali buat makanan pembuka. Ada lagi menu favorite yakni durian goreng, menu nasi goreng  dan mie goreng yang memakai nama nasi goreng dan mie goreng WhiteHaus dan lain-lain. In Shaa Allah dalam kurun waktu satu minggu sudah banyak yang berkunjung kesini misalnya keluarga IPEMI  sendiri,” jelas Bugis.

Whitehaus Caffee dan Bistro ini digawangi oleh enam orang sekawan yakni Ida Rasyad, wanita asal Medan yang saat ini bermukim di Swedia, Yulidar Bugis, T Mirna Rizal, Cut maya Vera, Riska Dini Sari dan Fitri. WhiteHaus sendiri buka sejak pukul 09.00 pagi hingga pukul 23.00 malam dan jika hari libur tutup hingga pukul 24.00 wib.

Suasana WhiteHaus Caffee yg terletak di Jl KH Wahid Hasyim sudah mulai dibanjiri pengunjung (foto-SB/DS)

Untuk Cheff, kata Bugis, mereka pilih yang harus mencintai produk  makanan Indonesia dan tentu saja yang berpengalaman dan cheff yang terkenal. Sedangkan, karyawan di WhiteHaus ada sekitar 30 orang. Wanita yang lincah ini mengakui kalau lokasi WhiteHaus Caffe ini masih kontrak untuk jangka waktu 5 tahun ke depan dan belum punya kami sendiiri,” cetusnya.

Selain makanan WhiteHaus Caffe juga menyediakan berbagai macam minuman seperti minuman asam manis. “ Minuman itu adalah campuran somboy, longan dan jeruk kestury yang dicampur-campur sehingga dinamakan minuman asam manis. Selain itu ada juga juice, kopi dan lain-lain.”

Makanan yang disajikan juga semua serba halal. Tidak pakai MSG. Hanya pakai garam dan gula. “ Kalau pakai bumbu kaldu ayam, dari ayam itu langsung yang kita ramu,” ujar Bugis yang diiyakan serempak oleh teman-temannya. (SB/DS)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.