Lokakarya 4 Pilar Kebangsaan Dibuka, Kadispora: Kecintaan NKRI Mulai Terlupakan

 

Foto bersama peserta usai pembukaan 4 pilar kebangsaan, Sabtu (19/11/) Berastagi (foto-SB/01)
Foto bersama peserta usai pembukaan 4 pilar kebangsaan, Sabtu (19/11/) Berastagi (foto-SB/01)

Sentralberita| Berastagi ~Kadispora Sumut Baharuddin Siagian menyampaikan, kecintaan terhadap keutuhan Negara Kesatuan Indonesia Raya (NKRI) mulai terlupakan.

Hal ini dsampaikannya pada sambutan tertulisnya yang dibacakan Kabid Sarana Prasarana Sujamrot Amro pada pembukaan Lokakarya empat pilar kebangsaan provinsi Sumatera Utara , Sabtu (19/11/2016) di Hotel Rudang Berastagi Kabupaten Karo.

Lokkarya sebagaimana disampaikan ketua panitia Rekhana Syahbi berlangsung dari tanggal 19-22 Nopember, diikuti 80 orang dari kabupaten/ kota di sumatera Utara

Sujamrot Amro atas anama Kadispora Sumut membuka lokakarya 4 pilar kebangsaan (foto-SB/01)
Sujamrot Amro atas anama Kadispora Sumut membuka lokakarya 4 pilar kebangsaan (foto-SB/01)

dengan tujuan  memberikan pemahaman tentang kesepakatan 4 pilar kebangsaan dan memberikan kesempatan kepada pengambil kebijakan yang dikolaborasikan menjadi program kepemudaan di daerah dan provinsi.

Pemahaman yang beraneka ragam di masyarakat, katanya, mengenai persatuan dan kesatuan membawa bangsa ini ke tengah-tengah perpecahan.

“Perpeselisihan antar suku, kampung, bahkan pelarangan terhadap peribadatan kerap terjadi. Kejadian tersebut merupakan pemandangan yang kelam tentang kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia”, ujar Siagian.

Bertitik tolak dari pemikiran dan pemahaman implementasi konsensus 4 pilar di tengah kehidupan yang pluralistik itu, jelas Siagian maka  4 pilar kebangsaan harusi benar-benar menjadi tiang penyanggah yang kokoh, baik secara pemahaman maupun implementasinya.

Lokakarya empat pilar kebangsaaan dihadiri DPD KNPI Sumut Budi Nasution, Camat Berastagi. Menurut Kabid Bina Kepemudaaan Disporasu M. Thohir selain seminar juga peserta mengikuti outbond, bakti sosial dan mengunjungi rumah ibadah. (SB/01)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.