DPRD Medan Minta Tangkap Pengedar Kunci Jawaban UN “Bodong”

un1
Medan, (Sentralberita)- Anggota Komisi B DPRD Medan H Irsal Fikri minta pihak sekolah bekerjasama dengan kepolisian agar mengawasi dan menelusuri kebenaran kunci jawaban Ujian Nasional (UN) bodong yang beredar di lingkungan sekolah. Pasalnya, banyaknya tawaran kunci jawaban UN dari orang tak dikenal (OTK) membuat siswa dan orang tua menjadi resah.
 
“Kita minta pihak kepolisian kerjasama pihak sekolah harus menindak tegas jika ada OTK menawarkan kunci jawaban UN kepada siswa. Ini kan menggangu konsetrasi siswa menghadapi UN. Itu tak bisa dibiarkan, harus disikapi serius,” ujar Irsal Fikri saat monitoring pelaksanaan UN hari ke dua di SMP N 2 Medan, Selasa (10/5).
 
Menurut Irsal, diharapkan semua pihak harus peduli upaya peningkatan mutu pendidikan. Upaya itu harus dimulai dari kejujuran dan pembinaan moral anak didik. Sehingga pelaksanaan UN yang menghabiskan anggaran cukup besar harus memberikan output yang positip yakni menguji tingkat kemampuan siswa.
 
Dikatakan Irsal, kerjasama pihak sekolah dengan kehadiran AKBP Pol Hartini dari Binmas Poldasu saat pelaksanaan UN di SMPN 2 Medan dinilai langkah konkrit dan positif menelusuri kebocoran kunci jawaban UN. Diharapkan kiranya pelaksanaan UN di tingkat SD pun supaya terlaksana tanpa kecurangan.
 
Sebelumnya, Kepala SMP N 2 Medan Drs H Napanti Ginting dihadapan anggota dewan dan wartawan mengaku ada laporan dari siswanya terkait tawaran kunci jawaban dari OTK. “Laporan dari siswa kita ada tawaran kunci jawaban dari OTK dengan minta bayaran hingga ratusan ribu per mata ujian,” terang Napanti.
 
Terkait hal itu kata Napanti, pihaknya menganjurkan kepada peserta UN siswa SMPN 2 agar menghindari kunci jawaban UN bodong yang ditawarkan OTK yang tak bertanggungjawab. “Kita tetap mengantisipasi dan memberikan arahan kepada siswa agar tidak mempercayai kunci jawaban bodong,” ujar Napanti Ginting.
 
Sementara itu, pihak kepolisian dari Poldasu AKBP Pol Hartini kepada wartawan saat berada di SMPN 2 Medan, pihaknya tetap menelusuri adanya kunci jawaban yang beredar di lingkungan sekolah. Namun kata Hartini, pihaknya belum bisa menangkap pelaku karena tak ada bukti dan laporan resmi.
 
Diakui Hartini, issu beredarnya kunci jawaban menjadi perhatian serius Kepolisian. Begitu juga keberadaan Polisi akan melakukan upaya pendekatan kepada siswa siswi, sehingga Polisi menjadi milik semua pihak dan selalu memberikan pendidikan moral dan mental di lingkungan sekola. (SB/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.