Sosialisasi di Sumut, Mahyuddin: Jika Saya Terpilih DPD II Golkar Mendapat Tempat Layak

Mahyuddin diulosi DPD I dan DPD II Golkar Sumut, Selasa malam di Medan  (foto-SB/01)
Mahyuddin Caketum Golkar diulosi DPD I dan DPD II Golkar saat sosialisasi, Selasa malam di Medan (foto-SB/01)

Medan, (Sentralberita)- Calon Ketua Umum Golkar Mahyuddin pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini, Selasa (1/2/2016) malam melakukan sosialisasi di Medan.  33 DPD II Golkar Kabupaten/Kota di Sumut hadir dalam pertemuan yang difasilitasi DPD I Golkar Sumut itu.

Diawali do’a oleh mantan ketua DPD II Golkar Medan Amiruddin, dilanjutkan pemberian ulos tanda kebesar Sumut dan sambutan dari Sekretaris Gokar Sumut Sodrul Fuad serta Ketua DPD II Golkar Medan Syaf Lubis, acara berlangsung penuh kekeluargaan.Kemudian dilakukan pertemuan tertutup antara Mahyuddin dan DPD II Golkar se-Sumut. Usai pertemuan, jumpa pers dengan wartawan.

Mahyuddin yang mengaku kader Golkar yang mengakar sejak kecil  dibina orangtuanya yang sangat panatis terhadap Golkar telah merasakan berbagai pengalaman di partai berlambang beringin itu. Atas dinamika yang dialaminya itu, merasa optimis dan berkemampuan untuk membesarkan dan mengembalikan kejayaan Golkar ke depan.

Salah satu program yang sangat urgen dalam mengembangkan Golkar dalam waktu yang tersisa ini dmenurut Mahyudin jika dirinya terpilih menjadi Ketua  Umum Golkar secepat pengabil kebijakan pasca Munaslub dengan memperdayakan DPD II pada tempat yang layakdengan tetap berkoordinasi dengan DPD I Golkar Provinsi.

Bagi Mahyuddin yang mengaku dibesarkan orangtuanya yang sejak tahun 1970 dan tahun 1999 dibesarkan Akbar Tanjung sehingga bisa menjadi Ketua DPD II dan Ketua DPD I di Kaltim, konsolidasi total partai harus dilakukan.

“Konsolidasi total harus kita lakukan dan bagi saya tak perlu lagi ada Musda-Musda di  DPD II Kabupaten Kota cukup yang lama saja untuk mengejar dan memenangkan Golkar pada siswa waktu menghadapi event –event politik yang ada,”ujarnya.

Bahkan pasca Munas nanti, jika saya terpelih secepatnya diambil kebijakan misalnya soal pilkada Bupati /walikota  porsinya diserahkan kepada DPD II dan begitu seterusnya, tujuannya untuk menempatkan instutusi punya kewenangan di daerahnya masing-masing.

“Semua ini kita lakukan, karena saya melihat permasalahan  banyak ditimbulakan persoalan pilkada dan ketika Musda terjadi kubu-kubuan yang merugikan partai, sementara waktu yang tersisa untuk mengembalikan kejayaan partai tidak bigitu panjang,”ujarnya seraya mengaku jika dirinya terpilih menjadi ketu umum Golkar dan tidak efektif karenai wakil MPR RI, maka siap mundur dari Wakil MPR RI untuk membesarkan partai.

Partai katanya harus bisa memberikan harapan dengan konsep yang mumpuni baik ke dalam tubuh partai maupun keluar. Persoalan yang terjadi di Golkar karena tidak kuatnya integritas di dalam,  dan bukan karena diobok-obok pemerintah.” Pemerintah tak ada salahnya dalam pertikaian di tubuh Golkar,”ujar Mahyuddin seraya mengaku jika terpilih tidak terpilih dia akan terus datang ke Sumut. (SB/01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.