Usia Muda Tak Halangi Sukses Berbisnis

Putri (foto-dtc)
Putri (foto-dtc)

Sentralberita- Masih beranggapan bahwa bisnis adalah hal yang kurang tepat dilakukan orang para kaum muda, terlebih lagi jika usia mereka masih belasan tahun dan dianggap belum mampu menjalankan segala seluk-beluk dalam dunia bisnis. Bisakah?
Tentu saja bisa. Putri Tanjung misalnya yang sudah memulai bisnis dengan membuka jasa event organizer sejak masih remaja, di usianya yang ke-15. Meski begitu, dibutuhkan komitmen agar bisnis bisa berkembang.

“Di usia yang masih muda kita harus bertanggung jawab terhadap banyak hal dan harus bisa mengatur waktu. Apalagi penghasilannya juga tidak tetap, kita harus bisa berjuang lebih untuk menghadapi tantangan dan kompetitor,” tutur wanita yang kini berusia 19 tahun.
Putri mengenang pengalamannya saat dirinya pernah ditolak oleh sponsor dan diremehkan oleh banyak pihak karena usianya yang masih sangat muda. Namun hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus berbisnis sekaligus berkreasi menciptkan hal-hal positif yang bermanfaat bagi dirinya dan teman-teman seusianya.

Wanita yang pernah menyelenggarakan berbagai acara seperti seminar dan festival musik ini melanjutkan, sebenarnya kesempatan berbisnis di usia muda sangatlah terbuka lebar. Tetapi sayangnya, banyak anak muda yang kreatif tetapi gampang menyerah dan ingin segala sesuatunya serba instan.

“Sedangkan membuat usaha butuh proses yang sangat lama dan mengalami banyak jatuh bangun. Aku yakin anak muda Indonesia bisa berbisnis, asal kita punya niat, kerja keras, mau susah, dan minat,” tegasnya.

Meski sudah serius menekuni bisnisnya yang bernama Creativepreneur Event Creator, Putri menilai seharusnya para anak muda tersebut tidak melupakan kewajibannya untuk menuntut ilmu. Yang terpenting adalah mengetahui nilai-nilai serta hal apa saja yang bisa diprioritaskan lebih dulu.

“Yang paling penting adalah tahu mana yang harus jadi prioritas. Tentu buat aku sekolah tetap yang utama, jadi sesibuk apapun tidak boleh mengganggu sekolah,” tandasnya sebelum mengakhiri perbincangan. (SB/DTC/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.