Wagubsu Buka Kejurda Tako, Pembinaan Harus Lebih Baik

sentralberita|Medan~Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tako tahun 2019 dibuka secara resmi Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajkshah, Jum’at (13/12/2019) pagi di Gelanggaang Remaja Medan.

Dalam sambutannya, Ijeck yang juga merupakan Ketua Umum Pengprov Tako menyampaikan, pembinaan Tako ke depan harus lebih baik agar prestasi atlet Tako muncul dengan baik pula.

Salah satu yang harus dibenahi adalah wasit, perlu perlu regenerasi agar tercipta perubahan. Dalam Kejurda itu, Wagubsu meminta wasit harus adil dan berlaku sportif dan berharap melalui Kejurda terjadi peningkatan prestasi atlet tako di Sumatera Utara.

Ketua panitia Kejurda Said kalana Hade Putra menyampaikan, Kejurda berlangsung selama dua hari (13-14/12/2019), diikuti 296 atlet yang berasal dari 22 kabupaten/kota di Sumatera Utara ditambah dojo yang ada di Sumatera Utara.

Bersama Ketua Harian Pengprov Tako Sumut, Drs.Effendi Manullang dan Sekretaris Parulian Tampubolon, Said kalana Hade Putra mengatakan, atlet berprestasi dari Kejurda akan dipersiapkan menghadapi Kejurnas pada Februari 2020 mendatang di Tebingtinggi yang merupakan tempat kelahiran olahraga tako itu sendiri.

Kejurnas bakal diikuti 23 Provinsi di Indonesia dan Sumut sebagai tuan rumah telah mempersiapkan dengan baik pelaksanaan Kerjurnas tersebut.

“Nantinya atlet tako Sumut yang berprestasi siap kita kirim untuk Kejurnas 2020, dan semoga mereka dapat mengharumkan nama Sumut,” tuturnya seusai pembuakaan seraya mengatakan sejumlah daerah seperti Pemenatang Siantar, Tebingtinggi, Gunung Sitoli, Medan dan Asahan merupakan potensi atlet Tako.

Ditanya optimisme kemajuan Tako akan lebih baik dibawah kepemimpinan Ijek, dia sangat optimis. Saat ini katanya, banyak perubahan positif yang terjadi dalam olahraga seni beladiri tako.

“Kami yakin nantinya banyak atlet tako Sumut berprestasi lahir berkat sentuhan tangan dingin bang Ijeck”ujarnya.

Sementara ditanya soal tempat pelaksanaan Kejurda di Gelanggang Remaja, karena halaman tersebut dipenuhi sampah-sampah yang tertimbun, sehingga merusak pandangan dan keindahan lokasi itu, Said menjelaskan merupakan kendala yang dialami mereka mengingat tidak ada lagi tempat lain dalam pelaksanaan Kejurda.(SB/01).