Buaya Resahkan Warga, Pemerintah dan BKSDA Diharapkan Bertindak Bukan Nyanyian Semata

sentralberita|Madina~Belakangan ini, warga Desa Setia Karya Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumatera Utara, merasa sudah sangat resah akibat terlalu seringnya muncul Buaya di Pinggiran Sungai Batang Natal, tempat masyarakat sekitar beraktifitas setiap hari untuk mandi, menyuci piring dan pakaian itu.

Warga yang bermukim di Pinggiran Perairan Sungai Batang Natal itu, selalu was-wasan dan tidak nyaman karena di seberang sungai tempat tinggalnya itu selalu muncul binatang buas menakutkan itu, bahkan buaya itu nyaris muncul setiap hari.

Demikian disampaikan Muhammad Syukri Nasution, salah seorang warga Desa Setia Karya Kecamatan Natal itu kepada sentralberita.com kemarin, pada Jum’at (1/11/2019).

Disebutkannya, selain dirinya, saat itu sekira pukul 15:00 Wib itu, seorang pemuda bernama Muhammad Ridwan juga sering menyaksikan kemunculan Buaya di sekitar pemukiman warga itu, dan dia sangat berharap ada tindakan ataupun solusi untuk mengatasi keresahan warga ini dari pihak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, yang sampai saat ini Pemerintah cuma adem-adem saja, tanpa tindakan, ucap Syukri menirukan kata Ridwan.

Usai melihat munculnya Buaya tersebut, Syukri langsung menghubungi Camat Natal Riplan, S. Sos yang sedang berada di panyabungan itu, dan Camat mengatakan, bahwa dia sudah mengetahui sebelumnya, yang mana akhir-akhir ini Buaya sering muncul, dan hampir setahun ini Buaya itu sudah kembali hadir di Sungai Batang Natal, serta bukan hanya di Desa Setia Karya saja, tetapi juga di Desa Pardamean Baru, di Desa Lancat Kecamatan Lingga Bayu, bahkan di Sungai Sinunukan, kata Syukri menirukan ungkapan Camat Natal itu.

Selain itu kata Sukri, Camat Natal juga menjelaskan, bahwa pihak Pemerintah Kecamatan Natal juga sudah melalukan Komunikasi dengan BKSDA Padangsidimpuan, namun BKSDA hanya menjelaskan bahwa di Sungai Batang Natal dan Sungai Batang Sinunukan serta Sungai Pardamean Baru itu memang merupakan habitatnya Buaya, bahkan BKSDA meminta Pemerintah Kecamatan agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang hal ini, serta meminta memasang Spanduk-spanduk di kawasan yang sering munculnya Buaya tersebut, pungkas Sukri menyampaikan yang dikatakan Camat saat itu.

Pantauan sentralberita.com, bahwa hari ini beberapa spanduk sudah nampak terpasang di sekitaran Sungai Batang Natal di Desa Setia Karya itu, yang bertuliskan “Awas Sungai ini Berbuaya, dari Camat Natal”, sabtu (2/11/2019).

Sementara itu, aktivis LPPN-RI yang mengetahui perihal ini mengatakan, bahwa pihaknya mengharapkan Pemerintah Kecamatan Natal serta BKSDA turun kelapangan guna melakukan identifikasi dimana saja lokasi seringnya muncul Buaya tersebut, bahkan melakukan tindakan yang bisa membuat para Buaya itu tidak lagi mendekati daerah pemukiman warga, sehingga masyarakat merasa tidak takut dan resah lagi akibat Buaya itu, bukan hanya sekedar nyanyian, ucapnya.

Hal itu penting dilakukan, kata Muhammad Sudirmin Nasution, sebab masyarakat butuh tindakan bukan nyanyian, warga yang kini sedang resah, dan telah menyampaikannya ke Pemerintah Kecamatan, lantas dimana tanggung jawab Pemerintah Kecamatan dan BKSDA itu?, tanya Aktivis itu seraya meminta Pemerintah terkait jangan main-main soal Buaya yang telah meresahkan warga ini, pungkas Sudirmin.

Diinggatkannya, bahwa baru-baru ini sudah banyak masyarakat di Wilayah Pantai Barat yang menjadi korban amukan Buaya itu, sehingga hal ini tidak patut masih dianggap sepele, diharapkan pemerintah tidak lagi menunggu pertambahan korban baru bertindak, sebab buaya sangat menakutkan dan telah membuat masyarakat jadi resah, ujar Muhammad Sudirmin.(MAH)