Pelajar Terisolir Karena Proyek Jembatan Misterius Viral di Medsos, Ketua PWPMSU Angkat Bicara

sentralberita|Madina~ Sejumlah pelajar dari Desa Pasar V Natal, Pasar VI Natal, dan Pardamean Baru Kecamatan Natal Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terisolir akibat Jembatan Natal-Batahan Kecamatan Batahan pada Perairan Sungai Batang Natal di Desa Setia Karya Kecamatan Natal tak pernah selesai dikerjakan kontraktor rekanan Pemerintah Daerah (Pemda) Madina hingga menyusahkan masyarakat dan viral di Media Sosial.

Mereka para pelajar yang tinggal di daerah terisolir itu menuntut ilmu di berbagai sekolah yang ada di Pasar Natal, sebagian ada yang bersekolah di SMA Negeri 1 Natal di Desa Sasaran, SMK Negeri 1 Natal di Desa Taluk, MTs NU Natal di Desa Setia Karya, dan MTs Muhammadiyah Natal di Desa Pasar III NATAL, dan kebanyakan sekolah di SMP Negeri 1 Natal di Kelurahan Pasar I Natal, serta di MAN 2 Madina di Desa Pasar III Natal.

Jembatan yang menghubungkan antara Desa Setia Karya dengan Desa Pasar V Natal itu dianggap misterius itu karena tak pernah selesai dikerjakan, seolah para kontraktornya tak pernah bertanggungjawab melaksanakan pembangunan jembatan tersebut, bahkan pemerintah pun terkesan tutup mata terhadap kondisi jembatan dan kontraktor yang minim pengawasan, sehingga proyek ini terkesan telahdiduga “Ladang Korupsi” oleh semua pihak yang berkewenangan.

Viralnya cerita jembatan misterius dan pelajar yang merasa sangat susah akibat terbengkalainya pengerjaan jembatan tersebut, bahkan para pelajar itu harus memanjatkan dinding jembatan untuk menyeberangi sungai batang natal itu dan agar bisa tiba tepat waktu di sekolahnya masing-masing itu, diakibatkan sejumlah warga Natal sekitar memosting peristiwa yang terjadi pada senin tanggal 15 oktober 2019 itu di Facebook hingga tersebar ke segala penjuru.

Hal itu bermula dari postingan akun facebook “Rahull Sy Nasution” yang diketahui warga Desa Pasar VI Natal pada pukul 07:33 Wib hari senin tanggal 15 oktober 2019 yang lalu.

Postingan status akun Rahull Sy Nasution itu menuliskan tentang kekesalannya terhadap Pemda Madina yang terkesan tutup mata terhadap keadaan masyarakat desanya yang terisolir akibat proyek jembatan Natal-Batahan Kecamatan Batahan itu yang tak pernah selesaikan dikerjakan oleh para pihak yang seharusnya bertanggungjawab, sehingga jembatan terbengkalainya dan telah menyusahkan para masyarakat dan menjadi terisolir.

Selain itu, akun facebook itu juga melampirkan sejumlah foto yang menunjukkan beberapa Anak Sekolahan dari desa tempat tinggalnya itu sedang memanjat dinding Jembatan agar bisa pergi sekolah, karena perahi penyeberangan tak dapat diharapkan sepenuhnya, sebab bila musim hujan maka arus sungai menjadi deras dan sangat membahayakan penumpangnya.

“Wahai penguasa yang duduk diatas sana apakah kalian cuma diam menyaksikan ini. Demi mengejar waktu mereka terpaksa memanjat jembatan yang sudah hampir 3 tahun pengerjaan tetapi belum ada juga penyelesaian sampai sekarang. Perahu sampan yg menjadi akses satu satunya sekarang susah beroperasi dikarenakan musim penghujan sehingga mengakibatkan air sungai deras dan sangat susah untuk di lalui. Apakah kami yang dari sebrang ini harus terus mempertaruhkan nyawa untuk bisa keluar?? Apakah kalian pernah berfikir bila sewaktu waktu anak anak ini terjatuh? Apakah kalian pernah berfikir jika sewaktu waktu perahu yang mereka tumpangi hanyut atau pun tenggelam??”, tulis akun Rahull Sy Nasution itu.

Akibat viralnya berita susahnya para pelajar hendakke sekolah akibat jembatan yang tak pernah selesai itu di kampungnya, Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara (PWPM SU) Amrizal,S.SI,M.Pd angkat bicara melalui akun facebooknya.

Akun facebook “Amrizal Al Fatih” yang membuat tulisan status pada pukul 09:00 Wib, kamis (17/10/2019) memuat, “Masih punya hati nuranikah pemimpin Mandailing Natal ini…??? Sepertinya matanya sudah tidak bisa melihat kondisi jembatan ini. Anak-anak ini Bertarung nyawa hanya karena proyek yang tak tuntas di kerja kan. Kita menghimbau seluruh elemen masyarakat supaya menyuarakan ini, sebelum ada jatuh korban”.

Selain membuat tulisan yang mengartikan rasa kesal dan kecewa terhadap pemerintah yang kurang memberikan perhatian terhadap kondisi anak sekolah dan parahnya jembatan yang tak pernah selesai dikerjakan itu hingga telah membuat susah masyarakat dan pelajar dimaksud, akun Amrizal Al Fatih” juga memuat beberapa foto yang sama seperti yang diposting oleh akun facebook Rahull Sy Nasution.

Akun facebook Ketua PWPM SU Amrizal,S.SI,M.Pd itu mempertanyakan hati nurani Pemerintah Daerah selaku Pimpinan Mandailing Natal, serta meminta agar membuka mata untuk melihat buruknya keadaan para pelajar yang sedang mengambil resiko mempertaruhkan nyawa dengan memanjat dinding jembatan agar bisa sampai di sekolahnya jembatan yang belum siap itu.

Dari viralnya berita ini, semua bahasa disimpulkan agar Pemerintah Daerah Madina mengambil kebijaksanaan untuk segera menyelesaikan pembangunan jembatan ini, supaya yak menyusahkan masyarakat lagi.
(MAH)

Comments