Penerapan Manajemen Resiko Pada Perkembangan Teknologi


Efran Alex T Nababan

Oleh:Efran Alex T Nababan

sentralberita|Medan~Dari zaman ke zaman teknologi selalu memiliki perubahan dan perkembangan. Kemajuan
teknologi perlu dipahami melalui proses evolusi yang ditandai dengan beberapa upaya pencarian atau
penelitian.Perbedaan teknologi dalam cara peluang potensial yang ditandai dengan ketidakpastian dan
inovasi antar perusahaan yang saling berkompetisi (Dosi & Nelson, 2013). Proses perkembangan
teknologi dan evolusi teknologi dipengaruhi oleh berbagai hal yaitu perbedaan paradigma dalam kemajuan teknologi yang berbeda tergantung dari ilmu pengetahuan. Oleh sebab itu teknologi bersifat kumulatif karena teknologi saat ini dan teknologi dimasa depan akan dipengaruhi oleh kesuksesan teknologi dimasa lalu (Dosi dan Nelson, 2013). Sebuah paradigma mewujudkan suatu pandangan, defenisi masalah yang relevan untuk masalah dan pola penyelidikan untuk diatasi.

Menurut Dosi dan Nelson (2013) hal ini yang menuntut pandangan kebutuhan yang diklaim sebagai pengguna dan atribut dari produk dan jasa yang meliputi prinsif-prinsif ilmiah yaitu untuk memenuhi tugas-tugas dan teknologi tertentu yang digunakan. Sebuah paradigma memerlukan pola tertentu dari masalah untuk solusi yang dipilih.

Pada pengembangan teknologi canggih perlu diterapkan manajemen resiko. Menurut Alan dan Robert (2006) keberhasilan dari proyek-proyek kompleks tergantung dari perkembangan paralel dan integrasi teknologi yang beragam. Dalam mengevaluasi teknologi untuk pembangunan teknologi di proyek-proyek kompleks sangat sulit, akan tetapi sangat penting untuk perencanaan dan pengambilan keputusan (Alan & Robert, 2006). Dampak teknologi pada kebutuhan, peluang kegagalan, dan relevansi semua metrik utama perlu dipertimbangkan dalam proses selesksi teknologi. Tujuan dari penilaian resiko pengembangan teknologi adalah dengan menggunakan semua informasi program yang tersedia untuk memperkirakan resiko bahwa masing-masing teknologi yang sedang dikembangkan tidak akan cukup matang untuk memenuhi persyaratan dari segi waktu dan kendala fiskal program. Sehingga hasil dari
penilaian risiko teknologi tidak alat keputusan pemilihan investasi tetapi digunakan sebagai informasi untuk membahas kelemahan dan kekuatan teknologi dan digunakan sebagai panduan untuk
mengembangkan portofolio investasi teknologi.

Menurut David (2009) bahwa Pumped Hydroelectric Energy Storage (PHES), Flow Battery Energy (FBES), Hydrogen Energy Storage System (HES), Thermal Energy Storage (TES) dan Electric Vehicles (EVs) adalah teknik yang paling menjanjikan untuk penelitian lebih lanjut. Teknologi yang
tersisa akan digunakan untuk aplikasi di masa depan, tetapi untuk pengembangan lebih lanjut tidak mungkin. Penyimpanan energi dapat mengoptimalkan generasi dan transmisi infrastruktur yang ada untuk
mencegah peningkatan yang mahal. Fluktuasi daya dari sumber daya terbarukan akan mencegah penetrasi berskala besar ke dalam jaringan. Namun perangkat penyimpanan energi dapat mengelola penyimpangan
ini dan dengan demikian membantu penggabungan teknologi terbarukan. Sehubungan dengan perangkat penyimpanan energi produksi daya konvensional dapat meningkatkan kualitas dan keandalan daya secara
keseluruhan, yang menjadi lebih penting untuk aplikasi komersial modern. Perangkat penyimpanan energi dapat mengurangi emisi dengan membantu transisi ke teknologi yang lebih baru dan lebih bersih seperti
sumber daya terbarukan dan ekonomi hydrogen (David. 2009).

Pandangan dari ketiga penulis diatas memiliki persamaan yaitu adanya perkembangan teknolog yang dilakukan melalui perancangan yang panjang guna menyelesaikan masalah. Perbedaan dari ketiga tulisan ini adalah Dosi dan Nelson (2013) menyatakan bahwa kemajuan teknologi perlu dipahami melalui proses evolusi dengan serangkaian penelitian dan karena adanya perubahan teknologi melalui inovasi serta berbagai perubahan dari penemuan yang dilakukan, Alan dan Robert (2013) menyatakan bahwa pengembangan teknologi canggih perlu diterapkan manajemen resiko karena dapat memberikan gambaran atas besar atau kecilnya dampak ancaman yang mungkin timbul selama proses pengembangan teknologi yang dilakukan (Fikri, 2010) serta David (2009) menyatakan bahwa penyimpanan energi dapat mengoptimalkan generasi dan transmisi infrastruktur yang ada untuk mencegah peningkatan yang mahal.

Dengan mempertimbangkan semua teknologi, maka mengintegrasikan sektor listrik, panas dan transportasi merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan pengguna energy terbarukan. Menurut saya pendapat Alan dan Robert (2006) ada benarnya yaitu teknologi canggih perlu menerapkan manajemen resiko. Tujuan dari penilaian resiko pada pengembangan teknologi adalah dengan menggunakan semua informasi program yang tersedia untuk memperkirakan resiko bahwa masing-masing teknologi yang sedang dikembangkan tidak akan cukup matang untuk memenuhi persyaratan dari segi waktu dan kendala fiskal program (Alan & Robert, 2006). Pendapat ini juga didukung oleh pendapat dari Spremic (2008) yang menyatakan bahwa untuk keberhasilan dalam menjaga segala sesuatu yang dapat meyebabkan permasalahan, setiap organisasi harus membangun metode dan teknik untuk mengendalikan insiden-insiden yang terjadi pada teknologi dan untuk mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi. Menurut Purtell (2007), usaha untuk meminimalisasi risiko-risiko yang mungkin terjadi ataupun untuk mengatasi risiko-risiko yang telah terjadi di dalam proses bisnis/perkembangan teknologi dapat dilakukan dengan manajemen risiko.

Dengan adanya penerapan manajemen resiko pada perkembangan teknologi merupakan hal yang tepat karena manajemen resiko tersebut dapat memperkirakan resiko dari masing-masing teknologi yang akan dikembangkan atau yang telah dikembangkan. Penerapan manajemen resiko dapat digunakan sebagai panduan untuk mengembangkan portofolio investasi teknologi (Alan & Robert, 2006).

Manajemen risiko memiliki peranan yang sangat penting untuk pengambilan keputusan terhadap risiko- risiko yang terjadi, membantu pengaturan risiko teknologi informasi, membantu perkembangan proses
bisnis dan memberikan keuntungan, efisiensi terhadap pengendalian risiko, melakukan penghapusan nilai-nilai sisa, pengurangan terhadap beban, dan manajemen sumber daya yang efektif. (SB/01)

Comments