Begini Cara Mudah Atur Keuangan pengemudi online

Sentralberita| Jakarta~ Penghasilan seorang pengemudi transportasi online memang terbilang tidak pasti. Apalagi, saat ini jumlah pengemudi semakin banyak. Dan kabar terbarunya, pemerintah telah mengeluarkan moratorium demi membatasi jumlah pengemudi taksi online.

Bagi yang sudah menggeluti pekerjaan sebagai pengemudi transportasi online dan menggunakan kendaraan yang masih dalam masa kredit, ada kalanya menghadapi situasi yang membuat pembayaran cicilan tersendat.

Berikut cara mudah atur keuangan bagi para pengemudi online agar membayar cicilan bisa lebih mudah.

1. Cicilan tak lebih dari 30 persen

Dalam perencanaan keuangan, terdapat patokan ideal yaitu total cicilan utang tidak boleh melebihi 30 persen dari pemasukan bulanan. Dengan angka ideal tersebut, maka masih ada sisa uang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan lainnya alias kondisi finansial akan aman.

Jika Anda baru akan memulai, lakukan survei kecil-kecilan dengan cara bertanya kepada pengemudi yang sudah lebih berpengalaman. Untuk berjaga-jaga, ambil estimasi penghasilan terendah.

Apabila ternyata belum ideal, artinya Anda masih harus mencari sumber pemasukan tambahan lainnya. Atau, Anda harus berpikir ulang apakah memang akan terus melanjutkan kredit mobil atau motor

2.Siapkan dana darurat

Mengingat penghasilan sebagai driver online tidak pasti, sangat penting bagi Anda untuk punya dana darurat. Cobalah sisihkan penghasilan setiap bulan untuk mengumpulkan dana darurat. Dana ini akan sangat berguna untuk menghadapi situasi tak terduga yang membutuhkan biaya cukup besar.

Dana darurat berjumlah 6-15 kali rata-rata pengeluaran bulanan. Bagi yang masih lajang, sebaiknya memiliki dana darurat sebesar 6 kali pengeluaran bulanan. Sementara bagi yang sudah menikah dan belum memiliki anak, 6-9 kali pengeluaran bulanan keluarga.

3. Sediakan Asuransi

Ada banyak risiko mengerikan yang menghantui seorang pengemudi transportasi online. Hal itu bisa berupa sakit karena kelelahan atau kecelakaan. Maka dari itu, pengemudi idealnya telah terlindungi dengan baik oleh asuransi.

Asuransi terpenting bagi setiap orang yaitu asuransi kesehatan. Anda bisa menggunakan perlindungan dari BPJS Kesehatan atau asuransi swasta. Asuransi kesehatan akan mengurangi bebas finansial seseorang yang sakit.

4. Upah transportasi online bukan penghasilan utama

Bangunlah sumber pemasukan lain yang bisa menyeimbangkan kondisi finansial. Misalnya, membuka usaha franchise yang modalnya di bawah Rp 5 juta. Atau, jika Anda sempat berpikiran ingin berhenti dari pekerjaan utama dan fokus menjadi pengemudi online, sebaiknya pertimbangkan kembali hal tersebut.

5.Istirahat secukupnya

Apa hubungannya memforsir tenaga dengan keuangan? Jika Anda terlalu berlebihan memforsir tenaga untuk mencari penumpang sebanyak-banyaknya, maka tubuh Anda akan rentan sakit. Ketika sakit, tentu akan memerlukan biaya untuk berobat dan perawatan di rumah sakit.(SB/mc)

Comments