Ketua Komisi A: Polisi Jangan Tebang Pilih Mengusut Kasus Gas Oplosan

Medan, (Sentralberita)- Ketua Komisi A DPRDSU membidangi hukum dan pemerintahan, Toni Togatorop berang terhadap pelaku pengoplosan gas di Sumatera Utara khususnya Kota Medan, hingga kini masih ‘berkeliaran’ tidak tersentuh hukum. Untuk itu, Toni meminta kepolisian jangan tebang pilih dalam mengusut dan menindak kasus gas oplosan.

“Siapapun  dia, baik pejabat maupun oknum anggota dewan yang terbukti bermain gas oplosan harus ditindak dan diproses hukum. Ini perlu agar menjadi efek jera bagi para pelaku,sebab kejahatan pengoplosan gas ini sangat merugikan dan menyengsarakan rakyat,”tegas  Toni Togatorop kepada wartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, kemarin.

Toni Togatorop mengemukakan hal tersebut menyikapi kasus pengoplosan gas di kawasan Jalan Ring Road Pasar III Tanjung Sari, Medan Selayang disebut-sebut melibatkan oknum anggota DPRDSU kini menjadi pimpinan salah satu fraksi.

Penggerebekan dilakaukan Polsek Medan Sunggal belum lama ini. Dalam kasus tersebut kepolisian hanya sebatas mengamankan dan menahan sejumlah karyawan sementara pemilik belum juga diperiksa.

Untuk itu, politisi Partai Hanura ini berharap kepolisian dalam menjalankan tugasnya  harus profesional dan tidak pandang buluh dalam melakukan penegakan hukum kasus gas oplosan.

“Kepolisian beraninya jangan hanya menindak dan menangkap orang kecil seperti karyawannya saja. Pemilik atau pengusaha siapa pun orangnya, jika sudah terbukti harus segera ditindak dan diproses hukum,”tegasnya.

Untuk itu, Toni berjanji akan memanggil sejumlah pejabat terkait maupun kepolisian dalam mengusut kembali kasus gas oplosan yang semakin marak di Sumut khususnya di Kota Medan. “Kita perlu memberikan perhatian serius terhadap kasus gas oplosan ini. Sebab, kasus gas opolosan ini selain menyengsarakan rakyat juga bisa membuat suatu rumah tangga di masyarakat bertikai,”katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi B DPRDSU membidangi Perekonomian, Donald Lumban Batu.

Politisi Partai Gerindra ini juga menegaskan, siapa saja yang melakukan tindak kejahatan harus khususnya gas oplosan harus segera diproses hukum. “Karena tidak ada yang kebal hukum di negeri ini,”tandasnya.

Dia juga berjanji sebagai pimpinan komisi akan tetap melakukan pengawasan terhadap pengusaha-pengusaha yang mencoba melakukan pengoplosan gas bersubsidi.

“Dari sisi pengawasan tetap kita lakukan. Namun jika masalah ada oknum pengusaha  yang  diduga mengoplos gas subsidi dan sudah terbukti oleh kepolisian, itu bukan ranah kita lagi. Kedepan akan kita sidak, benar atau tidak ada dugaan oplosan gas,” katanya (SB/01)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.