Prihatin Peredaran Meningkat, Danramil 0204-13/TT Warning Pelaku Narkoba di Tebing Tinggi

Danramil Yudhi Chandra saat ramah-tamah menerima audiensi Ketua PD MIO Indonesia Kota Tebing Tinggi, Jhon P Tobing beserta jajaran pengurus

sentralberita | Tebing Tinggi ~ Danramil-13 Tebing Tinggi Kodim 0204/DS Kapten Inf. Yudhi Chandra Gurning prihatin dengan situasi dan kondisi Kota Tebing Tinggi yang peredaran narkobanya semakin hari semakin terjadi peningkatan.

Hal itu diungkapkan Danramil Yudhi Chandra saat ramah-tamah menerima audiensi Ketua PD MIO Indonesia Kota Tebing Tinggi, Jhon P Tobing beserta jajaran pengurus lainnya di Mako Koramil 13 di Jln. KF. Tandean Kota Tebing Tinggi pada Rabu, (23/8/2023).

Menurut Yudhi Chandra, sebagai Danramil yang wilayah teritorialnya adalah Kota Tebing Tinggi dirinya tidak ingin generasi muda kedepan hancur akibat dampak dari narkoba yang peredarannya semakin mengalami peningkatan di hampir setiap sudut di Kota Tebing Tinggi.

Yudhi Chandra mengumpamakan beberapa faktor yang dapat membuat sebuah negara itu mengalami kehancuran, pertama akibat persaingan secara ekonomi, kedua karena issu (informasi hoax) dan yang ke tiga, masuknya narkoba yang sasarannya adalah generasi muda.

Saat ini, sebutnya, masuknya narkoba ke Indonesia oleh mafia antar negara melalui negara-negara tetangga seperti dari Malaysia dan Singapura.

” Produksi sabu terbesar itu Malaysia dan Singapura dan dikirim ke kita (Indonesia) dan itulah kondisi sekarang untuk menghancurkan negara kita,” ungkap Danramil Yudhi Chandra.

Karena itu, kepedulian semua pihak sangat dibutuhkan sebelum pelaku narkoba semakin meluas dan sulit untuk diberantas. Dan itu dapat dimulai dari lingkungan masing-masing, seperti kerjasama antara Kepala Lingkungan bersama warganya, imbuhnya.

Namun, sambungnya, ada kecenderungan warga yang mengetahui adanya peredaran narkoba tersebut di lingkungannya enggan untuk melaporkannya. Sebab warga takut untuk dilibatkan terlalu jauh dalam proses hukum kasus tersebut.

” Jadi kalau bisa tolonglah semua pihak melakukan kerjasama dalam upaya memberantas narkoba ini, karena dampak yang ditimbulkannya akan mempengaruhi keamanan dan kenyamanan di lingkungan terdekatnya,” himbaunya.

” Imbasnya mencuri, siapa yang dicurinya? Pertama itu harta keluarganya, habis itu tetangganya habis itu kampungnya, itu yang kesatu, kemudian yang kedua, dijadikanpun dia pemimpin dia tak akan bisa. Itulah yang terjadi kondisi sekarang,” sebutnya.

” Si pengguna itu gak sadar, gak sadarnya begini, awalnya sipengguna ditawari gratis konsumsi, dua kali gratis, tiga kali gratis kemudian terhenti. Sementara si pengguna tubuhnya sudah menjadi kebutuhan dan berusaha untuk mendapatkan bagaimana pun caranya,” urainya lagi.

Sementara yang memprihatinkan lagi, sebutnya Yudhi Chandra, tangkapan polisi dan tahanan di lapas terjadi peningkatan yang signifikan.

” Dan ini sudah disampaikan ke PJ. Walikota Syarmadani sebagai Bapak Kota Tebing Tinggi yang diutus dari Pemerintah Pusat (Kemendagri RI) dan dengan pengalamannya itu untuk dapat mengatasi secara bersama-sama dengan serius sebelum situasinya sulit diatasi, pabila ini tidak dapat diatasi, 5 tahun kedepan generasi kita tidak tahu seperti apa jadinya,” pungkas Danramil Yudhi Chandra.(SB/jontob)