Belum Selesai, Anggaran Proyek Peningkatan Jalan Tanjung Pasir Sudah Ditarik 100%, PPK Proyek Dinas PUTR Labura: “Sebenarnya Tidak Bisa”

Pembangunan Tembok Penahan Tanah proyek Peningkatan Jalan Gunting Saga-Teluk Binjai yang belum rampung dikerjakan.

Sentralberita | Aekkanopan – Proyek peningkatan jalan Gunting Saga-Teluk Binjai Kecamatan Kualuh Selatan yang berlokasi di Desa Tanjung Pasir, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 senilai Rp. 2.569.200.000,- yang dikerjakan CV. Neosoftart, hingga sekarang masih belum selesai, namun anggarannya telah ditarik dengan presentase seratus persen.
Hal itu diketahui berdasarkan keterangan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Labura, Sofyan Yusma saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/1/2023). Dia mengakui kalau rekanan proyek dimaksud telah menarik seluruh anggaran berdasarkan Surat Perintah Membayar (SPM) yang diajukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) ke kantor mereka.
“Sudah dicairkan seratus persen pada akhir Desember kemarin. Kalau teknis kami (BPKAD-red) tidak tahu pasti, tetapi kami wajib mengeluarkan SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana-red) ke Bank Sumut setelah menerima SPM dari intansi teknis terkait. Kalau soal bagaimana di lapangan, tanya kesana (Dinas PUTR-red) saja,” ungkap Sofyan.
Investigasi wartawan di lokasi, pekerjaan tersebut terbagi menjadi dua pelaksanaan, yakni : pembangunan tembok penahan tanah dan pengaspalan jalan. Sayangnya, meski telah berakhir kontrak pada bulan November lalu sesuai plank proyek, pekerjaan tersebut masih terus berlangsung.
Informasi yang dihimpun wartawan, pekerjaan tersebut telah diperpanjang kontraknya dalam bentuk pinalti selama tiga tahap yang masing-masing tahap selama 30 hari lamanya dengan syarat harus membayar denda sebanyak satu permil (1/1000) dari nilai kontrak setiap harinya.
Meski begitu, pantauan wartawan, hingga sekarang, pembangunan tembok penahan tanah pada proyek tersebut masih belum rampung dikerjakan. Ada beberapa titik di lokasi yang belum juga dibangun dan hampir keseluruhan tembok yang sempat terbangun belum selesai pekerjaannya.
Saat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek yang juga menjabat Kepala Bidang Sarana Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Labura, Gunawan dikonfirmasi wartawan di salah satu café seputaran Desa Damuli Pekan, membenarkan kalau anggaran proyek peningkatan jalan senilai lebih kurang Rp 2,5 M itu telah dicairkan seratus persen pada akhir Desember kemarin.
Alasan dia, jika anggaran tersebut tidak ditarik pada akhir Desember 2022, akan terjadi kerancuan pada seluruh proyek yang ada di Labura. Makanya, dengan alasan itu, sudah layak menurutnya mengambil keputusan mencairkan anggaran tersebut. “Kalau tidak dicairkan, malah lebih rancu nanti bang sama proyek-proyek lain,” cetus Gunawan tanpa menjelaskan lebih rinci.
Walau memiliki alasan seperti itu, Gunawan tidak menampik kalau sebenarnya pencairan seratus persen anggaran peningkatan jalan dimaksud tidak dapat dilakukan jika pekerjaannya belum selesai. “Sebenarnya tidak bisa,” paparnya sembari menundukkan kepala. (SB/FRD)

Baca Juga :  Pemkab Toba Berjibaku Wujudkan Jalan Propinsi Toba-Labura