2 Ruko Gandeng di Asia Mega Mas jadi Lapak Judi Tembak Ikan Luput Pantauan Polrestabes Medan

Ilustrasi

sentralberita | Medan ~ Dua ruko gandeng bercat hijau di Komplek Asia Mega Mas, dijadikan lapak judi tembak ikan. Pengelola tempat maksiat ini seakan kebal hukum dan tidak takut lokasinya digerebek kepolisian. Areal gelanggang permainan judi ini bahkan ramai dikunjungi pecinta judi siang dan malam, karena lokasi ditemggarai buka 24 jam.

Dari pantauan wartawan ke lokasi pada kemarin malam sekira pukul 21.30 WIB, sudah banyak kenderaan yang parkir di lokasi.

Begitu wartawan tiba, langsung disambangi pengawas yang bertanya : “abang mau main?”

Karena merasa ingin melakukan investigasi, wartawan bertanya apakah tempat ini ada judi tembak ikan? Pengawas yang masih berusia belia tersebut mengiyakan.

“Kalau mau parkir,abang ke dalam saja, samping rel itu. Udah banyak kali yang parkir, nanti kena razia polisi pulak. Soalnya kami baru buka lagi ini,” katanya sembari menunjuk pagar besi yang kebetulan terbuka, serta ada spanduk OKP tersebut.

Menurut informasi dihimpun, ruko yang diduga dijadikan lapak judi tembak ikan ini sudah lama beroperasi. Namun ditenggarai berjalan mulus tanpa takut disentuh aparat kepolisian, khususnya Polsek Medan Area yang menjadi wilayah hukum terdekat.

Terkait maraknya judi di Kota Medan, Ketua Umum LSM GERTAK Hendra P Hutagalung menyayangkan masih lemahnya kinerja aparat kepolisian.

“Ya seperti kita lihat. Pengelola judi ini terang-terangan buka lapak di tengah kota,seperti kebal hukum dan tak takut tersentuh aparat kepolisian. Kita khawatir judi ini akan semakin menambah penyakit masyarakat, bermental malas.dan jadi maling. Perlu kita tanyakan…ada apa atau apa ada??? ” sebut Hendra.

Selain itu, Hendra juga menyayangkan lemahnya fungsi kepling di seputaran Komplek Asia Mega Mas tersebut.

“Kita tidak mau menduga-duga atau berandai-andai bahwa kepling setempat tidak tau. Suatu hal yg mustahil, apalagi di lokasi depan ruko banyak kenderaan parkir dan dijaga ketat. Tentu sangat mencurigakan,” terang Hendra.

Perlu kiranya Bobby Nasution selaku Walikota Medan, menegaskan kepada setiap jajaran baik level atas ataupun bawah, untuk dapat peka terhadap hal-hal yang meresahkan masyarakat. Salah contohnya adalah judi dan lapaknya.

“Kalau memang kepling diduga ada bermain dengan pengelola maksiat tersebut,maka ia patut dicopot sebagai sanksi tegas. Demikian juga halnya dengan unit Polsek Medan Area, bisa dievaluasi oleh Kapolrestabes Medan. lantaran arena judi tersebut berada dalam jangkauan hukumnya,” tandas Hendra. (Putra)