Terkait Bimtek Kepala Desa, Imakor Unjuk Rasa Minta Kejari Periksa Kadis PMD Palas

sentralberita| Palas~Puluhan massa Ikatan Mahasiswa Anti Korupsi Sumatra Utara (Imakor Sumut) melakukan aksi unjuk rasa di halaman kantor Kejaksaan Negeri Padang Lawas(Palas) Kamis 16/9/2021

Unjukrasa di bawah komando Muhyi Atsaris Dulay dan kordinator lapangan Ridho Pasaribu dikawal Kapolres Padang Lawas AKBP Indra Yanitra Irawan SIK MSi melalui Kasat Sabara AKP.Muhammad Husni Yusuf saat melakukan pengamanan unjuk rasa bersama personil.

Adapun yang menjadi tuntutan Ikatan mahasiswa anti Korupsi Sumatra Utara(Imakor Sumut) meminta agar Kejari Padang Lawas memanggil dan memeriksa Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kab. Palas terkait kegiatan bimtek yang dilaksanakan pada tgl 05-08 September 2021 di Hotel Niagara Parapat Kab. Simalungun.

Kejari juga dimintak agar memanggil dan memeriksa Panitia Pelaksana Bintek yang dilaksanakan oleh Kepala Desa se Kab. Palas di hotel niagara Parapat Kab. Simalungun.

Massa pengunjuk rasa menilai kegiatan tersebut bukanlah hal-hal yg tepat dilaksanakan pada saat ini mengingat situasi pandemi covid 19 yang seharusnya lebih difokuskan pada penanganan covid 19.tegas pengujuk rasa saat menyampaikan tuntutannya

Pengunjuk rasa juga Meminta kepada Bapak Bupati Palas agar mengevaluasi dan mencopot BBudiman Nasution selaku Kadis PMD kab. Palas terkait kegiatan Bimtek tersebut.

Pengunjuk rasa juga Meminta kepada satgas covid 19 kab. Palas agar segera melakukan sweb test dan test PCR anti gen kepada seluruh peserta dan panitia kegiatan Bimtek Kepala Desa se Kab. Palas untuk mencegah penularan covid 19 di Kab. Palas.

Sesuai informasi yg diterimaIkatan mahasiswa anti Korupsi Sumatra Utara(Imakor Sumut) bahwa dalam pelaksanaan kegiatan Bimtek oleh Kepala Desa se Kab. Padang Lawas dengan anggaran 5 juta per desa, bila dikalkulasikan dari keseluruhan desa se Kab. Padang Lawas dapat berjumlahkan Rp. 5.000.000,- X 303 = Rp. 1.515.000.000,- dari nilai tersebut kami menduga adanya syarat KKN dalam kegiatan tersebut jelas massa saat menyampaikan tuntutannya (SB/HS)