OJK Sumbagut Dorong Perbankan dan IJK Perluas Akses Keuangan

sentralberita| Medan~ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional (KR) 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) terus mendorong perbankan dan Industri Jasa Keuangan (IJK) memperluas akses keuangan guna mempercepat peningkatan ekonomi di tengah pandemi ini.

Kepala OJK Regional 5 Sumbagut Yusup Ansori berbicara mengenai hal itu pada keynote speech Webinar “Akses Modal itu Mudah” di acara Karya Kreatif Sumut (KKSU) 2021 yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara hari terakhir Minggu (19/2) secara virtual. KKSU 2021 digelar selama 4 hari (16-19 September 2021).

Pada acara itu, hadir Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Soekowardojo. Narasumber Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK KR 5 Sumbagut Noor Hafid, Profesional Asisten Manager Divisi Ritel Bank Sumut Wiko Sucipto, Pimpinan Cabang PT PNM (Persero) Alfian Langkamane, Dicky Wijaya dengan moderator Deputi Direktur KPw BI Sumut Poltak Sitanggang.

Yusup.menyebut salah satu fokus dalam nawacita yang dicanangkan pemerintah antara lain melalui perluasan sektor keuangan di masyarakat. “Untuk itu OJK mendorong perbankan dan IJK memberikan pembiayaan yang inklusif dimana biaya terjangkau dengan prosedur sederhana,” katanya.

Guna mempercepat akses keuangan, jelas Yusup, OJK membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) tahun 2016 dan tahun 2020, seluruh kepala daerah di Sumut sudah membentuk TPAKD. “Pembentukan TPAKD dalam upaya memdukung peningkatan inklusi keuangan,” jelas Yusup.

Menurutnya, pembentukan TPAKD ini juga salah satu upaya pengembangan UMKM. OJK sendiri selalu mendorong UMKM go digital, UMKM naik kelas dan one village one agent. “OJK juga memberikan stimulus pembiayaan di perbankan dan perusahaan pembiayaan di tengah pandemi ini,” kata Yusup.

Posisi 16 Maret 2020 sampai 31 Juli 2021, stimulus yang diberikan berupa restrukturisasi mencapai Rp27,01 triliun kepada 531.000 debitur termasuk UMKM. Pemerintah memperpanjang restrukturisasi hingga 31 Maret 2023. “Kebijakan restrukturisasi upaya memperluas revitalisasi, membuka akses pembiayaan dan mempercepat akses keuangan daerah,” ungkapnya.

Yusup menambahkan di Sumut saat ini ada dua bank berkantor pusat di Sumut, 56 Bank Umum dan 57 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sampai posisi Juli 2021 aset perbankan mencapai Rp298 triliun dengan pertumbuhan double digit 11,50 persen yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp278,95 triliun, tumbuh 11,05 persen. Pembiayaan/kredit yang disalurkan Rp217,22 persen, tumbuh 0,11 persen yoy. NPL gross juga cukup rendah yakni 2,98 persen.

“Dengan tingkat pertumbuhan itu masih terbuka peluang untuk UMKM,” kata Yusup.

Sementara itu di IJK, posisi Mei 2021 sektor pembiayaan seperti modal ventura 85,91 persen dan Pegadaian 50,97 persen yoy. Penyaluran pembiayaan (listing) Rp15,58 triliun, tumbuh 0,96 persen ytd. Di sisi platform digital (pinjaman online) posisi Juni 2021 sebanyak 125 perusahaan Fintech yang mendapat izin OJK pertumbuhannya cukup tinggi (4,94 persen).

“Masyarakat harus jeli, jangan terjerat Pinjol yang tidak terdaftar di OJK,” jelas Yusup.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Soekowardojo mengatakan kendala yang dihadapi UMKM saat ini terpukul akibat pandemi Covid-19, omset penjualan menurun, modal kurang, akses global rendah, pencatatan usaha masih rendah dan administrasi belum lengkap.

Dari sisi permodalan, BI dan OJK terus mendorong agar UMKM mendapat pembiayaan melalui perbankan konvensional, syariah, PNM dan Fintech. “Ada yang bilang pengajuan pembiayaan susah, padahal kalau kelengkapan administrasi dipenuhi, pembiayaan itu gampang,” kata Soeko.

KKSU 2021 ini jelas Soeko, merupakan tahun kedua, pertama tahun 2020. KKSU 2021 bagian dari menyemarakkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), Bangga Berwisataw #di IndonesiaAja# (BWI) dan Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) 2021. KKSU juga sebagai bagian road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2021 yang digelar 23-26 September 2021.(SB/wie)