Hadiri Rapat Bersama Presiden RI, Bupati Undang Presiden Ke Tapsel

sentralberita | Tapsel ~ Disela – sela menghadiri rapat bersama Presiden RI, Joko Widodo di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan, Sumatera Utara, Kamis (16/9/2021), Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Dolly Pasaribu menyempatkan diri mengundang presiden untuk berkunjung ke Tapsel.

Menurut Dolly, kehadiran presiden ke Tapsel tentu sangat bermanfaat. Dimana, kita bisa menjelaskan secara panjang lebar tentang potensi, peluang dan tantangan daerah. Disamping itu, secara pribadi saya ingin mendapatkan bimbingan dan arahan dari presiden bagaimana membangun dan mengembangkan potensi Tapsel, jelasnya.

“Usai rapat, saya memberanikan diri mengundang pak Presiden untuk berkunjung ke Tapsel. Dan alhamdulillah, presiden menyambut baik dan berjanji jika tidak ada agenda lain, beliau akan datang pada Desember 2021 ke Tapsel”, ungkap Dolly.

Lebih lanjut, Dolly mengatakan, dia akan menindaklanjuti arahan Presiden RI, Joko Widodo dalam mendorong percepatan vaksinasi di Tapsel dan akan bekerjasama dengan TNI/Polri.

Kemudian, harus bekerja maksimal dalam meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional dan meminimalisir kegiatan yang berdampak pada penyebaran Covid-19 di Tapsel. Kemudian, menjaga dan mengantisipasi terjadinya inflasi, pungkasnya.

Sebelumnya, pada rapat yang diikuti Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi, Wakil Gubernur, Musa Rajekshah, Forkopimda Sumut dan bupati/walikota se Sumut, Presiden RI, Joko Widodo menyampaikan beberapa agenda penting.

Seperti, percepatan vaksinasi kepada seluruh warga Sumut. Menjaga dan mengendalikan terjadi inflasi dan menjaga dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menurut Presiden RI, Jokowi pencapaian vaksinasi di Sumut sudah bagus. Namun, harus terus ditingkatkan. Sehingga, target capaian vaksinasi bisa 100 persen. Artinya, seluruh warga Sumut harus sudah di vaksin.

“Penanganan Covid-19 adalah tugas kita bersama, sudah saatnya kita turun langsung mengecek kelapangan dan meninggalkan pekerjaan rutinitas. Kita harus lebih serius dan benar benar dalam melaksanakan tugas tugas kita, cek kelapangan langsung seberapa besar progres vaksinasi yang sudah berjalan, bagaimana ketersediaan obat yang ada, layanan rumah sakit serta hal lainnya,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden bahkan mengingatkan, agar stok vaksin jangan sampai berlama – lama di gudang. Namun, begitu vaksin datang harus segera disuntikkan ke masyarakat. Jika ada daerah yang vaksinnya habis, segera melapor dan berkoordinasi dengan Gubsu.

“Saat ini, stok vaksin kita sudah tersedia. Jadi, jika vaksin didaerah habis, segera sampaikan agar segera dikirim kembali”, tegas Presiden.

Diungkapkan Jokowi, pada awal – awal pandemi, Indonesia sempat mengalami kendala dalam menyiapkan vaksin. Sebab, negara yang memproduksi lebih mengutamakan kepentingan warganya. Namun, sekarang stok vaksin nasional sudah terpenuhi.

“Kita berpacu dengan waktu, jangan sampai ada stok di daerah, vaksin datang suntikan ke masyarakat, habis minta ke Gubernur”, ujar Jokowi.

Dijelaskan presiden, capaian vaksinasi Sumut secara keseluruhan baru 25,7 persen untuk dosis pertama dan 15,9 persen dosis kedua. Sedangkan, dosis ketiga baru 47,4 persen.

“Saya menyampaikan apresiasi atas kerja keras bapak/ibu. Namun, target kita belum tercapai. Makanya, kita harus terus meningkatkan target pencapaian vaksinasi”, tambahnya.

Selain itu, presiden juga mengingatkan agar Bupati/Walikota tidak terlalu lama membiarkan dana APBD di Bank. Sebab, saat seperti ini adalah tahun yang tidak normal.

“Dua tahun ini, situasi kita tidak normal. Saya minta anggaran APBD jangan terlalu lama di bank. Jangan samakan seperti tahun – tahun normal sebelumnya”, tegas Jokowi.

Kemudian, Jokowi juga mengingatkan unsur Forkopimda se Sumatera Utara agar mewaspadai potensi terjadi inflasi di masa pandemi Covid -19.

“Hati-hati dengan inflasi, artinya ada bayang-bayang di Sumut. Karena itu berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi,” pungkas Jokowi. (SB/PH).