Berharga untuk Perencanaan Pembangunan, Komisi IX DPR-RI: Wajib Dukung Pendataan Keluarga

sentralberita| Mojokerto ~ Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana berlangsung di Kelurahan Kelurahan Plososari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Minggu (12/9/2021.

Kegiatan tersebut merupakan kemitraan bersama Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan anggota DPR-RI Komisi IX, M.Yahya Zaini.

Di hadapan warga, anggota DPR-RI Komisi IX menghimbau untuk selalu mematuhi Protokol Kesehatan dan wajib mendukung pelaksanaan Pendataan Keluarga (PK) 2021, karena hasil PK sangat berharga untuk perencanaan pembangunan.

Yahya Zaini juga mengharapkan dukungan masyarakat untuk program Pembangunan Keluarga kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana), karena keluarga sangat penting untuk meningkatkan kualitas SDM bangsa. Khususnya terkait tugas baru BKKBN untuk menurunkan Stunting di Indonesia.

BKKBN Pusat Dr. Mahyuzar, M.Si., (Direktur Teknologi Informasi dan Data) menyampaikan bahwa PK 2021 telah selesai dilaksanakan pada bulan Juni 2021. Apresiasi diberikan kepada Provinsi Jawa Timur yang telah melaksanakan pendataan sebesar 99,54%. Sedangkan Kabupaten Mojokerto telah mencapai 100%.

Plt. Kadis P3AKB Kabupaten Mojokerto, M. Abdul Kholik, menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupaya dan bersinergi dengan berbagai pihak dalam rangka membantu kesuksesan program Bangga Kencana di Mojokerto.

Kegiatan-kegiatan rutin seperti pembinaan kelompok BKB, BKR dan BKL serta UPPKA tetap berjalan dengan baik meskipun belum maksimal dikarenakan masa PPKM di Mojokerto.

Dari BKKBN Jatim, Kepala Perwakilan Drs. Sukaryo Teguh Santoso, M.Pd., menyampaikan bahwa Pendataan Keluarga di Jawa Timur sudah selesai dilaksanakan, yang mana jumlah Kartu Keluarga (KK) yang di data di Jawa Timur sejumlah 11.976.255 KK. Terdata 11.921.497 KK, atau 99.54%.

“Program Pendataan Keluarga ini diharapkan hasilnya dapat dimanfaatkan semua lintas sektor sebagai dasar perencanaan pembangunan baik tingkat pusat, Provinsi, Kabupaten sampai dengan tingkat desa,” ujarnya.

Teguh juga menyampaikan BKKBN diamanatkan oleh Bapak Presiden untuk bersama dengan lintas sektor mengurangi angka Stunting 2019. 26.8% menjadi 14.8% pada tahun 2024 mendatang.

“Program BKKBN terkait cegah Stunting dimasyarakat diantaranya melalui 1000 HPK. Program BKB, BKR dan juga untuk masalah lansia ada program BKL. Program itu sangat diperlukan untuk meningkatkan Kualitas SDM di Jawa Timur khususnya dan Indonesia secara umumnya,” terang Teguh.

Sukaryo Teguh juga berpesan agar para orang tua diminta ikut kampanye program Bangga Kencana diantaranya mencegah pernikahan usia dini, menjaga jarak kelahiran agar jangan terlalu dekat dan memenuhi gizi serta nutrisi yang baik bagi ibu hamil, agar terhindar dari kelahiran anak stunting dengan perhatian penuh pada 1000 HPK.

“BKKBN juga mendapat tugas dari Bapak Presiden membantu vaksinasi Covid-19 bagi ibu hamil dan anak usia 12-18 tahun agar Keluarga terjaga kondisi dan kesehatan. Di samping untuk tetap menjaga Protokol Kesehatan,” pungkasnya.(SB/01/Rel)