Asik…, Binjai-Pangkalanbrandan Bakal Ditempuh Cuma 45 Menit

sentralberita | Medan ~ Pembangunan ruas Tol Binjai-Pangkalanbrandan ditargetkan selesai akhir tahun ini.

Tol tersebut masuk dalam proyek pembangunanTrans Sumatera untuk ruas Binjai-Langsa yang seluruhnya ditargetkan rampung pada Maret 2022.

Proyek pembangunan tol yang dipegang Hutama Karya (HK) ini diperkirakan sepanjang 131 km.

Adapun rincian Trans Sumatera tersebut tol Binjai-Stabat 12,3 km, Stabat-Tanjungpura 26,2 km, Tanjungpura-Pangkalanbrandan 18,9 km, Pangkalanbrandan-Kualasimpang 44,2 km, dan Kualasimpang-Langsa 29 km.

Dikutip Senin (27/9), Pimpinan Proyek Tol Binjai-Langsa Hestu Budi Husodo mengungkapkan, saat ini Hutama Karya berada dalam proyek Binjai-Pangkalanbrandan dengan ruas sepanjang 58,85 km yang ditargetkan siap akhir tahun ini.

“Kalau secara proyek namanya itu Binjai-Langsa. Tapi, yang dikerjakan Hutama Karya itu Binjai-Langsa. Pelaksanaan konstruksinya bertahap dari Binjai-Pangkalanbrandan,” ungkap Hestu, Rabu, 22 September lalu.

Ia menambahkan pembangunan Tol Binjai-Pangkalanbrandan akan menghemat waktu perjalanan dan mampu membuka sektor industri baru di beberapa wilayah.

“Tentunya kalau arus lalu lintas lancar, industri tak lagi hanya terpusat di Medan. Pengusaha akan berani membuka pabrik di Pangkalanbrandan,”

“Saya kira tol ini dapat meningkatkan daerah industri baru dan hasil produk perkebunan. Industri dapat berkembang dan meluas di daerah lain,” ujar Hestu.

Ia mengklaim, pembangunan tol yang diperkirakan memakan anggaran hingga 13 triliun tersebut, akan mampu mempercepat pengantaran logistik untuk sektor industri, dan kendaraan untuk penumpang umum yang hanya memerlukan jarak tempuh 45 menit.

Ini memangkas waktu tempuh sekitar 50 persen dibanding perjalanan Binjai-Pangkalanbrandan lewat jalur jalan umum.

“Jika tol ini rampung pengangkutan logistik Binjai-Pangkalanbrandan, yang sangat padat saat ini, akan lebih cepat. Sepanjang jalan ke Brandan itu kan hampir semua basis perkebunan. Jadi, sektor perkebunan yang diolah di Medan, atau dibawa ke Belawan akan lebih cepat dengan adanya tol ini,” ujar Hestu.

Berdasar keterangan Hestu, proses pengerjaan ruas Tol Binjai-Pangkalanbrandan masih sekitar 39 persen untuk pengerjaan konstruksi.

Pembangunan tol ini, setidaknya dibutuhkan 632,28 hektae lahan.
Pembebasan lahan saat ini sudah sekitar 212,35 hektare atau 33,58 persen.

“Kalau proses pembebasan lahan agak lama itu, inventarisasi. Setelah diukur hasilnya tak langsung disepakati. Ketika hasil ukurannya disampaika ada beberapa warga yang bilang ukuran lahannya tidak begitu. Nah, kalau gitu kan harus didatangi lagi dan diukur lagi. Padahal satu desa itu harus lengkap, nggak boleh tak lengkap. Itu yang membuat lama,” ujarnya.

Pada ruas Tol Binjai-Pangkalanbrandan ini ada empat rest area dari total enam rest area jika sudah rampung hingga Langsa.

Saat berkesempatan menyusuri area lokasi pembangunan tol di STA 8+250 sampai 8+500, kondisi saat itu dalam masa proses pengerjaan.

Di antaranya pemancangan abutment dua jembatan Sungai Rorotan, pengerjaan bekisting abutment satu, dan pengerjaan timbunan.

Siap Hadapi Mudik Nataru
Gerbang Tol Stabat juga sudah 50 persen rampung.

“Untuk gerbang tol sudah 50 persen progressnya, dan kalau untuk kantor dan peralatan lainnya sudah 40 persen saat ini,” ujar Pengendalian Pelaksana dari Hutama Karya Jalan Tol atau HKJT, Roni Andrean Bukit .

Ia menjelaskan, untuk pembangunan kantor di dekat gerbang tol Stabat saat ini sedang mengerjakan rangka atap, dan untuk gerbang tol sedang menunggu material alumunium composite panel atau ACP.

“Kalau untuk gerbang tol, rangka bajanya sudah selesai. Saat ini, kami sedang pada tahap proses pengerjaan pulau-pulau sambil menunggu material ACP, yang karena inden dari Jawa, mungkin sekitar seminggu lagi akan tiba,” tuturnya.

Saat disinggung mengenai target rampung, Roni optimistis akan siap pada akhir tahun, saat momen Natal dan Tahun Baru atau Nataru.

“Target siap awal Desember. Kalau melihat progress pengerjaannya kami optimistis akan terkejar, karena sudah kami jadwalkan semua. Kalau ACP-nya sudah datang, dalam waktu satu bulan lagi terkejar penyelesaiaanya,” kata Roni.

Ia berharap jalur tersebut bisa beroperasai saat mudik Nataru agar tak ada lagi kemacetan.
“Semoga  waktu Nataru bebas dari kemacetan,” katanya.

-Berharap Ada Subsidi
Pembangunan ruas Tol Binjai-Langsa mendapat sambutan positif dari para pengusaha transportasi.

Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat atau Organda Sumut Haposan Siallagan mengungkapkan, jika tol ini rampung, akan turut memperlancar arus transportasi dan pengangkutan logistik.

“Kami menyambut baik tol ini. Kalau tol ini rampung tentu perjalanan akan semakin lancar, lalu keselamatan armada mobil juga lebih aman karena tanpa hambatan,” ungkap Haposan.

Ia mengatakan, Tol Trans Sumatera akan menjadi prioritas, lantaran banyak logistik dari Aceh turut melintasi area tersebut.

Namun, Haposan mengakui, saat ini banyak bus lintas provinsi yang memilih  melewati ruas jalur biasa dibandingkan melalui tol.

Alasannya, para sopir truk, dan sopir bus mengeluhkan biaya tarif tol yang berpotensi menekan pendapatan mereka.

“Kami keberatan pemberlakuan tarif tol saat ini, sehingga kami nggak bisa bersaing. Untuk angkutan umum tarifnya terlalu mahal,” katanya.

Ia berharap ada subsidi tarif tol.
“Dikurangi sedikit juga tidak apa-apa, biar para pengusaha transportasi semangat. Sejauh ini, itulah kendala kenapa tak banyak yang menggunakan jalur tol,” ujarnya.

Namun pada sisi lain, Haposan berharap untuk tol ini dapat segera rampung, dan pemerintah dapat memberi subsidi tarif khusus untuk transportasi publik.
Tujuannya agar pemanfaatan tol dapat maksimal. (tc)