Akui Penganiayaan Tahanan, KAUM Minta Menkumham Copot Kalapas Tanjunggusta

U

sentralberita | Medan ~ Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) mendesak Menteri Hukum & HAM RI Yasonna H Laoly mendesak Menteri Hukum & HAM RI untuk mencopot Kepala Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Tanjunggusta Medan.

Hal tersebut ditegaskan KAUM dalam pernyataan sikap terkait video viral dugaan penganiayaan dan pemerasan terhadap warga binaan di Lapas Tanjunggusta Medan belum lama ini.

“Mendesak Menteri Hukum & HAM RI untuk mencopot Kepala Lembaga Pemasayarakatan (Lapas) Tanjunggusta Medan,” kata Wakil Ketua KAUM Mazwindra SH didampingi Ketua Mahmud Irsad Lubis, Sekjen Bambang Santoso SH MH, Eka Putra Zakran SH MH Kadiv Infokom dan sejumlah pengurus lainnya, Selasa (21/9) sore.

KAUM menilai, kejadian tersebut adalah bentuk kelalaian di dalam lapas, yang seharusnya menjadi tanggung jawab kalapas dan bukan hanya oknum-oknum pegawai lapas saja.

“KAUM juga meminta agar Kepala Kepolisian RI untuk mengusut tuntas dugaan tindak pidana pemerasan, penganiayaan atau kekerasan terhadap orang bagi pelakunya karena memang semua orang berkedudukan sama di mata hukum (equality before the law),” ujarnya.

Menurut KAUM, bahwa keamanan, penjagaan dan pembinaan narapidana yang ditempatkan di lembaga pemasyarakatan adalah sepenuhnya menjadi tanggung jawab negara yang dipikul oleh Kepala Lapas beserta jajarannya;

“Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM) menilai terjadinya tindakan penganiayaan tersebut adalah tindakan yang tidak manusiawi, jelas-jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip pemasyarakatan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

“Pada prinsipnya perlindungan hukum atas hak-hak narapidana telah diatur dalam Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Azasi Manusia dan Undang-undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan,”sambungnya.

Sebelumnya beredar di grup Facebook dan media sosial lainnya, seorang narapidana yang tak mengenakan baju menunjukkan tubuhnya yang penuh luka memar pada bagian punggung di dalam sel tahanan.

Dalam video tersebut, perekam mengatakan bahwa napi dianiaya oleh pegawai lapas dan kejadian tersebut berada di Lapas Tanjunggusta.

Perekam video juga menyebutkan, para sipir meminta mereka sejumlah uang hingga mencapai Rp30 hingga Rp40 juta jika ingin ke luar dari Lapas Tanjunggusta. Ironisnya, jika tidak diberi uang, korban akan dianiaya.

“Inilah tindakan pegawai Lapas Kelas I Medan. Kami bukan binatang, kami manusia, Pak,” kata yang merekam. ( FS/sb)