6 Anggota Geng Motor Serang Warung Ayam Penyet Diciduk

sentralberita | Medan ~ Enam orang pelaku geng motor yang menyerang warung ayam penyet di Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang, diamankan polisi.

Keenam pelaku tersebut yakni berinisial REPG (19) warga Desa Harapan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, HMS (18), warga Namo Gajah, Kecamatan Medan Tuntungan, SPN (17) warga Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan.

EGAK (16), warga Menenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan, GNG (19) warga Titi Rantai, Kecamatan Medan Baru dan MAPG (17) warga Titi Rantai Kecamatan Medan Baru.

Kasi Humas Aiptu Roni Sembiring menceritakan kronologis kejadian penyerangan tersebut terjadi, pada Minggu (19/9/2021) malam.

Saat itu, kelompok geng motor Ezto dan M2S terlibat perkelahian dengan geng motor SL disekitar Simpang Pemda, Jalan Melati Raya, Kecamatan Medan Selayang.

“Kedua kelompok geng motor tersebut berkelahi hingga akhirnya kelompok geng motor SL terdesak dan melarikan diri ke dalam warung ayam penyet,” kata Roni.

Ia mengatakan, melihat kelompok lawan melarikan diri ke dalam warung. Lalu, geng motor Ezto dan M2S langsung mengejar dan menyerang ke dalam warung malang tersebut.

“Terjadilah perkelahian didalam warung itu secara membabi-buta dengan menggunakan batu, balok dan senjata tajam hingga mengakibatkan pihak warung ayam penyet mengalami kerugian materil,” ungkapnya.

Roni menjelaskan, usai kejadian korban pun melaporkan hal tersebut kepada polisi. Setelah mendapatkan laporan dari korban, petugas langsung melakukan penyelidikan.

Setelah itu, petugas gabungan dari Resmob Poldasu, Jatanras Polrestabes Medan dan Tekab Polsek Sunggal, akhirnya mengamankan para pelaku pada Rabu (22/9/2021).

“Para pelaku ini diamankan ditempat persembunyiannya masing-masing tanpa perlawanan,” sebutnya.

Kepada polisi, para pelaku geng motor ini mengaku pernah melakukan pengerusakan mobil pada bulan Juni 2021 yang lalu.

“Kita masih mendalami kemungkinan para pelaku juga terlibat dalam kasus yang lain baik di wilayah hukum Polsek Sunggal maupun di tempat lain,” katanya.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa tidak semua pelaku dapat diamankan polisi. Tiga dari enam orang pelaku terpaksa dipulangkan karena masih dibawah umur.

“Yang dibawah umur kami pulangkan, namun kami lakukan wajib lapor sampai nantinya kami limpahkan ke pihak kejaksaan,” ujarnya.

Roni menambahkan, sedangkan untuk tiga orang pelaku lainnya saat ini sudah ditahan di Polsek Sunggal untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

“Kepada para pelaku kami mempersangkakan pasal 170 Ayat (1) Subs Pasal 335 Ayat (1) KUHPidana tentang pengrusakan dan pengancaman secara bersama-sama, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara,” pungkasnya.(tc)