Mahasiswa IKS USU Ngobrol Santai dengan Pasien Rehabilitasi

sentralberita|Medan~Kirye Elisye Marsaulina Sihombing adalah salah satu mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosia USU yang melakukan Praktik Kerja Lapangan pada semester ini .

Yayasan Rehabilitasi Mercusuar Doa (YRMD) kota Pematangsiantar adalah lokasi PKL yang dipilih oleh Kirye. PKL dilakukan mulai dari bulan Maret 2021 hingga bulan Juni 2021 (setiap hari Selasa dan Jumat) dan selama melakukan PKL, Kirye dibimbing oleh supervisor sekolah yaitu Bapak Drs. Matias Siagian, M.Si., Ph.D.

Yayasan Rehabilitasi Mercusuar Doa (YRMD) adalah tempat pemulihan bagi korban penyalahgunaan narkoba, gangguan jiwa, depresi, dan stress. Ada lima gedung pemulihan di YRMD, yaitu gedung putri sion, gedung metanoia, gedung nehemia, gedung bait salomo, dan gedung bahterah nuh. Diantara kelima gedung tersebut, hanya gedung putri sion-lah gedung khusus perempuan, dan gedung metanoia sebagai gedung bagi pengguna narkoba.

Kirye memfokuskan diri pada gedung metanoia. Kegiatan pasien gedung metanoia (diluar kegiatan makan, mandi, doa pagi, dan doa malam) adalah morning meeting setiap hari Senin hingga Jumat pukul 09.00, seminar rutin setiap hari Senin pukul 16.00 WIB, kegiatan olahraga setiap hari Rabu dan Jumat, dan kegiatan vokasional setiap hari Kamis.

Hari Selasa dan Sabtu adalah hari bebas bagi Kirye (karena pada hari Selasa dan Sabtu kegiatan yang ingin dilakukan bisa ditentukan secara bebas). Selasa juga adalah jadwal berobat pasien rehabilitasi.

Dokter akan datang ke YRMD pada hari Selasa pukul 10.30 WIB, dan pada hari Rabu, seorang psikolog akan datang pada pukul 10.00 WIB. Khusus hari Kamis, YRMD akan melakukan ibadah bersama (pekerja dan semua pasien rehabilitasi YRMD) pada pukul 10.00 WIB.

Hampir semua kegiatan yang dilakukan Kirye adalah mengikuti kegiatan yang ada di YRMD, seperti morning meeting, kegiatan olahraga, kegiatan vokasional (walau hanya sekali), dan games.

Pada saat morning meeting, para mentor akan memberikan wejangan, dan Kirye juga akan ikut memberikan wejangan bagi para pasien rehabilitasi. Diluar jam kegiatan rutin, Kirye akan menghabiskan waktu dengan cara mengobrol dengan pasien rehabilitasi (baik narkoba dan jiwa). Berbicara dengan pasien rehabilitasi adalah sesuatu yang sangat menyenangkan bagi Kirye, karena banyak hal baru yang jadi diketahuinya.

Kirye juga pernah mengadakan acara lomba menyanyi dan nonton bareng. Tetapi acara nonton bareng tidak berjalan dengan lancar dikarenakan ada kendala teknis.

Tujuan utama dari PKL ini adalah untuk mengasah kemampuan Kirye selaku Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dalam melakukan intervensi pada klien yang sedang memiliki masalah. Klien yang dipilih Kirye merupakan salah satu pasien rehabilitasi (narkoba) di YRMD.

Klien tersebut adalah seorang lelaki berusia 32 tahun (pada tahun ini). Untuk menjaga privasi klien, Kirye tidak akan memberitahukan nama klien yang sesungguhnya. Karena itu sebut saja nama klien tersebut Bang Jojo. Dalam tahapan melakukan intervensi terhadap permasalahan Bang Jojo, tahapan casework yang digunakan oleh Kirye adalah tahapan yang dikemukakan oleh Skidmore, Thackeray, dan Farley. Adapun tahapan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Tahap ‘Penelitian’. Pada tahap ini lah dilakukan pendekatan terhadap klien. Kirye melakukan pendekatan kurang lebih selama 1 bulan (sejak PKL mulai dilakukan).
  2. Tahap Pengkajian (Assesment). Tahap ini adalah tahap di mana Kirye mulai menggali lebih banyak informasi mengenai mengapa klien bisa menggunakan narkoba (sekaligus mengedarkannya) sehingga diharapkan hasil pengkajian bisa menghasilkan suatu perencanaan untuk membantu klien agar benar-benar komitmen berhenti menggunakan dan mengedarkan narkoba. Assesment dilakukan hanya dengan menggunakan teknik interview (mengkombinasikan 10 teknik interview pekerja sosial).
  3. Tahap Intervensi. Tahap ini adalah tahap pengaplikasian perencanaan pada masalah klien. Dari hasil assasment yang dilakukan, Kirye mendapati bahwa klien menggunakan narkoba karena lingkungan pertemanan, dan memutuskan untuk mengedarkannya karena uang yang didapat dari hasil mengedar sangat menggiurkan (walaupun resiko yang ditanggung sangat besar). Yang sulit dari klien adalah, klien sepenuhnya sadar bahwa apa yang dilakukannya tidak baik, tetapi memilih untuk melakukannya karena dia merasa itu membahagiakan (baik sensasi yang diberikan narkoba maupun uang yang dihasilkan dari mengedarkan narkoba). Karena itu kegiatan yang dilakukan Kirye untuk mengubah pola pikir klien adalah dengan kegiatan “ngobrol santai”. Hal ini mirip dengan konseling, tetapi karena Kirye bukanlah seorang konselor profesional, maka kegiatan ini tidak bisa dikatakan sebagai konseling. “ngobrol santai” adalah kegiatan mengobrol dengan klien seputar pengalaman dan hal yang dialaminya (terutama mengenai narkoba) dan diselingi beberapa masukan-masukan bagi klien. Diharapkan masukan-masukan tersebut dapat sedikit-sedikit mengubah pemikiran klien mengenai kenikmatan narkoba yang didapatkannya.
  4. Tahap Terminasi. Tahap ini adalah tahap penghentian relasi antara caseworker dengan klien. Karena PKL yang dilakukan Kirye belum berhenti secara resmi, maka demikian juga relasi antara Kirye dengan Bang Jojo belum secara resmi diberhentikan. Tetapi proses intervensi sudah tidak dilakukan lagi.

Dari proses intervensi yang sudah dilakukan, Kirye masih tidak bisa memastikan apakah bang Jojo benar-benar mulai berubah atau tidak karena setiap kali Kirye bertanya “bagaimana bang? Apakah sepulang dari sini (YRMD), abang akan kembali menggunakan narkoba lagi?”, Bang Jojo hanya akan menjawab “mudah-mudahan tidak” dengan nada yang tidak terlalu serius.

Tetapi bagaimanapun juga, Kirye berharap Bang Jojo akan berubah menjadi lebih baik lagi dan berhenti menggunakan narkoba (juga mengedarkannya). Harapan ini tentunya tidak hanya untuk Bang Jojo,tetapi juga pasien rehabilitasi lainnya yang ada di YRMD.

Bagi para pembaca tulisan ini, ada pesan yang ingin disampaikan oleh Kirye, yaitu jangan pernah memandang orang-orang yang sedang menjalani rehabilitasi (narkoba dan jiwa) dengan sebelah mata. Mereka bukanlah orang-orang yang tidak akan pernah berhasil diwaktu yang akan datang, mereka hanya butuh bantuan untuk mengubah diri mereka agar bisa menjadi lebih baik lagi.

Jadi, jika ada orang yang disayangi para pembaca tulisan ini yang sedang menggunakan narkoba atau dalam kondisi kejiwaan yang kurang sehat, segera bantu mereka dengan cara membawanya ke tempat rehabilitasi, psikolog, psikiater, atau pihak-pihak terkait lainnya yang dapat membantu memulihkan keadaannya. Dan yang terakhir, mari bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba.