Mahasiswa FISIP USU Tingkatkan Self Esteem pada Anak Korban Keluarga Broken Home

sentralberita|Medan~Sinta Devi Br Ginting (180902041) seorang mahasiswa praktikum Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP USU memilih Human Initiative Sumatera Utara yang merupakan Lembaga Kemanusian Nasional sebagai lokasi Praktik Kerja Lapangan.

Kegiatan praktikum telah berlangsung selama selama 3-4 bulan, dimana kegiatan praktikum dimulai pada Selasa 16 Maret 2021 dan resmi ditutup pada Selasa 8 juni 2021.

Praktikum ini dibimbing oleh ibu Malida Putri S.Sos, M.Kesos sebagai supervisor sekolah dan Pak Rahmad Shidiq sebagai supervisor lembaga.
Pada awal kegiatan praktikum, praktikan (Sinta) menerima pembekalan dan juga pengenalan lebih jauh dari Bapak Zulhidayat selaku Branch Manager Human Initiative Sumatera Utara dan Pak Rahmat Shidiq terkait background lembaga, visi misi, struktur kelembagaan, kode etik dan lain sebagianya yang kemudian disusul dengan penandatangan surat pernyataan terkait kepatuhan terhadap peraturan, kode etik, dan kebijakan perlindungan dari lembaga. Hal ini bertujuan agar praktikan dapat memahami dan mengenal wadah baru bagi praktikan dalam melaksanakan praktik kerja lapangannya.

Kemudian selama kegiatan praktikum berlangsung praktikan banyak terlibat dalam aktivitas keseharian lembaga, mulai dari kegiatan invetarisasi barang, pendataan jumlah tabung peduli yang merupakan salah satu program dari lembaga, pengelolaan seputar data kemitraan/penerima manfaat dari lembaga, serta membantu persiapan brosur dalam rangka program ramadhan berbagai yang juga merupakan salah satu program lembaga.

Selain dari pada itu praktikan juga terlibat aktif dalam beberapa kegiatan kemanusian dari Human Initiative seperti penyaluran paket berbuka puasa di DPD PERTUNI (Persatuan Tuna Netra Indonesia) Sumut, dan juga membantu penyaluran Food Distribution bagi Rohingya Refugees in Indonesia.


Selain dari pada kegiatan di atas praktikan juga melakukan kegiatan penempelan poster edukasi terkait ajakan vaksinisasi dalam rangka pengurangan transmisi/penularan Covid-19. Penempelan poster dilakukan di Puskesmas Pembantu Tanjung Sari Kec. Medan Selayang. Dengan adanya poster edukasi ini diharapkan masyarakat tidak menolak ajakan untuk divaksin seperti yang telah dianjurkan pemerintah. Kegiatan praktikum di Human Initiative Sumatera Utara selanjutnya ditutup dengan penyerahan certificate of appreciation oleh Bapak Zulhidayat kepada praktikan.

MINI PROJEK

Selanjutnya dalam kegiatan praktikum, praktikan juga membuat suatu Mini Projec dengan dua orang abang beradik yang berasal dari Panti Asuhan Pintu Harapan. Ronius Wau dan Gamaliel Efraim Wau merupakan abang beradik yang berasal dari keluarga yang broken home yang tinggal di Panti Asuhan tersebut. Intervensi yang dilakukan praktikan diharapkan dapat meningkatkan self esteem pada diri anak.
Dalam pelaksanaanya praktikan mencoba mempraktikan tahapan case work menurut Zastrow, berikut implementasi dari setiap tahapan yang telah dilaksanakan.

  • Intake dan contract: Pada tahap ini praktikan mencoba mencipkatan pendekatan dengan penerima manfaat (Ronius dan Gamaliel), serta menetapkan waktu yang mungkin diperlukan untuk intervensi.
  • Assesment: Pada tahap ini praktikan mencoba menganalisis dan mengkrucutkan masalah dari kedua penerima manfaat. Disini praktikan menggunakan metode wawancara untuk menggali informasi dari kedua penerima manfaat, setelah mencoba menggali banyak informasi praktikan mendapat temuan bahwa adanya masalah pada kedua anak, yaitu self esteem pada diri anak rendah sebagai akibat dari background mereka yang merupakan anak korban dari keluarga yang broken home. Selanjutnya pada tahap ini praktikan mencoba menganalisis permasalahan kedua penerima manfaat menggunakan teori motivasi Abraham Maslow (hierarki kebutuhan) dimana teori ini menjelaskan bahwa setiap individu memiliki need for self-security and security (kebutuhan akan rasa aman dan perlindungan) kemudian need for love belongingness (kebutuhan akan rasa kasih sayang dan memiliki). Tidak terpenuhinya kebutuhan yang diklasifikasikan oleh Abraham Maslow di atas merupakan factor yang sangat melatarbelakangi self esteem yang rendah pada diri anak, hal ini juga terlihat pada analisis praktikan menggunakan tools ecomap. Kemudian praktikan mencoba menggali potensi sumber dalam diri kedua penerima manfaat dan menemukan fakta bahwa mereka tengah berada dalam masa pendidikan, selanjutnya praktikan mencoba menggambarkan diri penerima manfaat menggunakan tools napoleon hills.
  • Perencanaan Program: Pada tahap ini praktikan menentukan tujuan intervensi yaitu meningkatkan self esteem pada diri anak/mengubah mindset anak tentang bagaimana mereka memandang dirinya, dalam tahap ini praktikan menggunakan teori sistem sebagai dasar perencanaan program, dimana teori ini mengatakan bahwa terapi yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan klien, disini tersirat pemahaman bahwa terapi haruslah berusaha untuk memahami kebutuhan klien dan memperlakukan klien secara individu. Selanjutnya praktikan menyusun program menggunkan pendekatan peran pekerja sosial menurut Zastrow, beberapa program yang telah disusun diantaranya; pemberian motivasi (praktikan sebagai enabler), chalanges 5 habit baru (praktikan sebagai enabler), aktivitas menyibukkan klien dengan kegiatan-kegiatan positif (praktikan sebagai social planer), serta edukasi terhadap lingkungan/ teman-teman agar memberikan opini yang baik pada diri klien (praktikan sebagai activist)
  • Intervensi: Pada tahap ini praktikan melaksanakan semua program yang telah dirancang untuk dapat meningkatkan self esteem pada diri masing-masing anak. Tahap intervensi dilakukan dengan metode direct services primary dan hal ini tentunya diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program.
  • Evaluasi: Pada tahap ini praktikan dapat melihat efektivitas dan pencapaian setiap program yang telah dirancang dalam upaya peningkatan self esteem pada dirikedua penerima manfaat.
    Dari beberapa tahapan case work yang telah dilaksakan di atas kini praktikan dan penerima manfaat dapat melihat dan merasakan adanya perubahan pada diri kedua penerima manfaat, perubahan yang sangat tampak pada diri mereka adalah self esteem anak yang meningkat dan mindset tentang diri mereka yang berubah, kini kedua penerima manfaat dapat dengan jelas mengetahui tujuan dan cita-cita mereka, serta bagaimana mereka dapat menerima dan menilai diri mereka sebagai individu yang bernilai dan tidak berbeda dengan anak-anak seusianya. Bahkan dengan tegas dan penuh kepercayaan diri kini penerima manfaat dapat menyuarakan cita-cita mereka. Dimana Ronius ingin menjadi tentara dan Gamaliel ingin menjadi seorang Pastor, perubahan yang tampak akhirnya membuat kedua penerima manfaat menemukan celah baru bagaimana mereka dapat menghargai dirinya sendiri dan berusaha untuk menggapainya cita-cita mereka. Kemudian kegiatan praktikum di Panti Asuhan Pintu Harapan ditutup dengan sebuah acara sederhana dan penyerahan sedikit sembako sebagai wujud ucapan terimakasih terhadap Panti Asuhan Pintu Harapan.