Mahasiswa Fisip USU Tingkatkan Konsentrasi Belajar Anak Pemulung

sentralberita|Medan~Nurul Anny Syafriana – Mahasiswa Kesejahteraan Sosial USU stambuk 2018 dengan supervisor sekolah bapak Dr. Bengkel Ginting, M.Si telah melaksanakan praktikum 1 di Kelurahan Sei Kera Hilir II yang beralamat di Jl. Prof. HM. Yamin SH Gg. Bidan No. 24, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan.

Alasan praktikan memilih praktikum di kantor lurah karena tempat praktikum yang dituju masih ada kaitannya dengan jurusan kesejahteraan sosial. Kantor kelurahan mempunyai tugas menunjang upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, seperti ada keluhan atau permasalahan masyarakat maka warga bisa mendatangi kantor kelurahan untuk melaporkan masalahnya agar segera ditangani dan diberikan solusi dari masalahnya.

Misalnya ada warga yang kurang mampu dan ekonominya dibawah rata-rata maka warga tersebut akan di data untuk mendapatkan bantuan. Sehingga dari bantuan itu dapat memenuhi kebutuhannya sehari-hari atau digunakan untuk modal usaha.

Praktikum ini berlangsung dari bulan Maret 2021sampai bulan mei 2021, pelaksanaan kegiatan PKL sesuai dengan jadwal yang berlaku di kantor lurah sei kera hilir II, yaitu dari hari senin sampai hari jum’at dengan jam kerja pukul 08:00 WIB sampai pukul 16:30 WIB.

Kegiatan yang dilakukan praktikan selama praktikum di kelurahan seperti menginput data (Bansos, BPJS, dan UMKM), mengikuti rapat PKK bersama ibu-ibu, melakukan gotong royong bersama staf lurah dan kepala lingkungan (kepling) di setiap lingkungan, mengikuti kegiatan di posyandu (seperti menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan pada anak balita, mendata nama dan pertumbuhan balita, dan membagikan bubur untuk balita), mengajar anak paud (membaca, berhitung, mengaji iqro, menyanyi dan bermain).

Pada tanggal 01 April 2021 saya dan staf kelurahan mengadakan kegiatan razia masker dan membagikan masker bagi pengendara yang lewat di jalan prof hm yamin. Dari kegiatan itu banyak pengendara roda 2 maupun roda 4 yang tidak menggunakan masker dan tidak mentaati protokol kesehatan.

Sudah diberikan masker mereka tidak langsung memakainya sampai ada staf kelurahan menegur dan menasehati pentingnya memakai masker agar terhindar dari bahayanya virus covid-19.

Selanjutnya saya dan kawan-kawan yang praktikum di kelurahan sei kera hilir II membuat dan menempelkan poster yang bertema “ISOLASI MANDIRI COVID-19” tujuan dari menempel poster agar banyak yang membaca dan menerapkan di kehidupan sehari-hari sehingga terhindar dari Covid-19 (tutur Nurul).

Selain praktikum di kantor lurah Sei Kera Hilir II, praktikan juga melakukan bimbingan belajar dan mengedukasi pencegahan Covid-19 kepada anak pemulung di daerah patumbak lebih tepatnya di Jl. Pertahanan Pasar IV Gg. Haji.

Kegiatan yang praktikan lakukan yaitu membantu anak-anak yang susah memahami pelajaran sekolah di masa pandemi covid-19. Pada saat saya survey tempat di daerah patumbak saya menemukan seorang anak yang kurang konsentrasi dalam belajar ketika saya tanya apa penyebabnya ternyata si anak bekerja menjadi pemulung mencari barang bekas, botol, dan kardus di tempat sampah sehingga klien tidak bisa fokus untuk memahami pelajaran.

Setelah pulang mencari botot klien kecapekan dan langsung tidur tidak ada belajar malam dan karena tidak ada yang mengajari klien belajar untuk mengulang pelajaran di sekolah pada malam hari, klien pun jadi malas belajar.

Untuk itu peran saya disini sebagai educator (pendidik) yang mana peran pekerja sosial sebagai educator diharapkan mempunyai kemampuan menyampaikan informasi yang baik dan jelas serta mudah dipahami oleh klien yang menjadi sasaran perubahan. Saya juga membuat perencanaan seperti membuat kelompok belajar dan diskusi bersama.

Jika tidak ada yang diketahui bisa bertanya dan dibahas bersama-sama. Tujuan dari kelompok belajar agar si anak dapat belajar sambil bermain dengan kawan kelompok belajarnya dan agar si anak juga tidak bosan belajar sendiri. Semakin si anak tertekan maka dia tidak bisa fokus untuk memahami pelajaran yang dijelaskan.

Tahapan Casework yang digunakan praktikan (Nurul) adalah metode menurut Zastrow, yaitu:

  1. Intake, engagement, dan Contract, ini merupakan tahapan awal dalam praktek pertolongan, yaitu kontrak awal antara pekerja sosial dengan klien untuk membuat kesepakatan terlibat dalam seluruh proses konseling atau bimbingan.
  2. Assessment, proses assessment yang dilakukan disini dengan mengidentifikasi masalah klien seperti kebutuhan yang dirasakan (felt needs) ataupun kebutuhan yang di ekspresikan (expressed needs) dan juga sumber daya yang dimiliki komunitas sasaran. Dalam mengassessment klien praktikan menggunakan tools assessment pohon masalah dan mobility map.
  3. Planning (Perencanaan), pada tahap ini dalam upaya mengatasi permasalahan klien praktikan memberikan bimbingan belajar untuk membantu klien memahami pelajaran yang tidak diketahui klien, memberikan motivasi agar klien tidak malas membaca buku, dan membuat kegiatan games agar klien tidak jenuh dalam belajar.
  4. Intervensi, pada tahap ini menekankan pada perkembangan dan kebutuhan klien sehingga dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Intervensi yang dilakukan seperti pengetahuan, keterampilan, serta teknik-teknik terlatih untuk membantu klien menyelesaikan permasalahan internal dan external. Disini praktikan menyediakan pelayanan yang dibutuhkan klien agar permasalahan dapat terselesaikan dan mengembalikan keberfungsian sosial klien. Adapun intervensi yang dilakukan praktikan (Nurul) yaitu membuat kelompok belajar, dimana anak-anak di ajarkan membaca, mengenalkan huruf dan angka, berhitung, menggambar dan mewarnai. Selain belajar saya mengajak bermain untuk menghilangkan kebosanan, menonton kartun di youtube, dan menyanyi. Di tahap ini saya menggunakan teori belajar kognitif dimana belajar akan berhasil apabila disesuaikan dengan perkembangan kognitif pada anak. Anak hendaknya diberi kesempatan untuk melakukan eksperimen dengan obyek fisik, yang ditunjang oleh interaksi teman sebaya dan dibantu pertanyaan dari guru (pembimbing).
  5. Terminasi, pada tahap ini proses penghentian dan pemutusan hubungan secara formal dengan klien. Tahap ini dilakukan bukan karena klien sudah di anggap mandiri tetapi tahap ini dilakukan karena program sudah harus dihentikan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Di tahap ini saya memberikan buku bacaan kepada klien agar klien rajin membaca buku dan klien tidak bosan karena hanya membaca buku pelajaran saja. Karena semua buku mau buku sekolah, novel, majalah, pasti ada manfaat di dalam buku tersebut sebagai bahan pembelajaran.
    Dari semua tahapan yang sudah dilakukan, akhirnya klien sedikit demi sedikit sudah ada perubahan yang di lihat yaitu meninggalkan kebiasaan yang lama dari yang malas membaca buku dan tidak mau mengulang pelajaran sekolah sekarang klien lebih rajin membuka buku. Walaupun tidak ada tugas sekolah klien tetap membaca buku. Sehingga klien dapat memahami pelajaran, mengembangkan kemampuan otak, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi dalam belajar.