Kisah Miris 3 Siswa SD Bergelantungan Seberangi Sungai Demi ke Sekolah

sentralberita | Kampar ~ Pada era pemerintahan RI yang menggembar-gemborkan pembangunan infrastruktur seperti saat ini, ternyata masih ada siswa yang harus bertaruh nyawa demi sampai ke sekolah. Betapa mirisnya, siswa SD di Riau harus menggunakan ‘keranjang terbang’ untuk menyeberangi sungai.

Kondisi minim infrastruktur di daerah tersebut diketahui melalui sebuah video yang viral di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, terlihat aksi 3 murid SD bergelantungan pada ‘keranjang terbang’ untuk menyeberangi sungai bak bermain flying fox.

Video yang viral berdurasi 29 detik. Dalam video yang dilihat  Jumat (11/2021), tampak 3 murid SD mengenakan seragam merah-putih menarik keranjang bulat.

Keranjang seperti terbuat dari rotan itu diikat ke tali penyeberangan yang melintang dari satu sisi ke sisi lain sungai. Ketiga murid SD itu kemudian mengatur posisi untuk menyeberang.

Setelah mengatur posisi, ketiganya mengayunkan rotan dan meluncur menyeberangi sungai bak ‘flying fox’. Sungai yang diseberangi ketiga pelajar tersebut adalah Sungai Siantan.

Ironisnya, ada juga anak taman kanak-kanak (TK) yang menggunakan ‘keranjang terbang’ tersebut. Kondisi tersebut terjadi di Desa Kuntu di Kampar Timur, Riau.

Para siswa SD tersebut terpaksa menggunakan ‘keranjang terbang’ demi mempersingkat waktu perjalanan ke sekolah. Sebenarnya ada jalan lain menuju sekolah mereka, tapi memerlukan waktu tempuh lebih lama.

“Di video itu mereka ambil jalan pintas, mereka mau ambil jalan pintas untuk ke sekolah. Sebenarnya ada jalan lain, lewat Jalan KUD, tapi jauh,” kata Kepala Desa Kuntu, Kampar Timur, Riau, Asril Bakar Jumat (11/6/2021).

Tak hanya bergantungan di keranjang, para siswa SD itu kerap menerjang arus sungai. Namun, itu hanya dilakukan para siswa jika air sedang dangkal.

“Kalau air dangkal ya nggak perlu pakai bergelantungan. Jalan saja bisa di sana, lepas sepatu, jalan kaki karena sungai itu dangkal. Kalau air naik ya gelantungan,” terang Asril.

Warga pun memanfaatkan keranjang terbang itu untuk menyeberangi sungai. Ada juga warga yang menggunakannya untuk memancing.

“Warga saya biasa lewat situ, jadi ada juga mereka menganggap itu wisata. Mau mancing lewat dari situ karena itu akses sebenarnya milik orang perkebunan yang punya kebun di situ,” terang Asril.

Berdasarkan informasi keranjang terbang itu ada di kawasan perkebunan wisata. Meski harus bertaruh nyawa, warga sekitar tetap menggunakan fasilitas tersebut.

“Sepanjang yang saya ketahui itu adalah dari perkebunan swasta, itu adalah tempat langsiran buah sawit. Kemudian dari investigasi kami, itu memang ada siswa SD tujuh orang, kemudian TK dan SMP masing-masing dua orang,” sebut Asril.(dtc)