Transaksi Perbankan di Aceh Sulit, Banyak Aduan ATM Bank Syariah Kosong

sentralberita | Banda Aceh ~ Ombudsman  Perwakilan Aceh  mengaku banyak pengaduan dari masyarakat terkait layanan bank syariah. Warga mengeluh ATM kerap kosong serta sering gagal transaksi.

“Kita sudah menerima banyak laporan masyarakat terkait kesulitan penarikan di ATM dan transfer dana via BSI,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh Taqwaddin kepada wartawan, Kamis (6/5/2021).

Laporan masyarakat itu diterima Kepala Asisten Bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan, Ilyas Isti. Taqwaddin menyebut Pemerintah Aceh dan DPR Aceh merupakan pihak pertama yang harus bertanggung jawab atas kesulitan masyarakat karena kesulitan mengakses bank syariah.

“Qanun Lembaga Keuangan Syariah adalah produk bersama antara DPRA dan Pemerintah Aceh,” jelasnya.

Ombudsman bakal menggelar rapat koordinasi untuk membahas masalah tersebut. Rapat digelar dengan pihak terkait antara lain Pemerintah Aceh, DPRA, BI, OJK, BSI, KADIN, HIPMI, YAPKA, Akademisi, dan para pelapor.

“Insyaallah dengan duduk bersama akan muncul ide-ide untuk solusi,” sebut Taqwaddin.

Sebelumnya, anggota DPR Aceh, Asrizal Asnawi, menyoroti pelayanan bank syariah di Aceh yang kerap menimbulkan masalah. Dia menyebut ATM bank syariah kerap kosong dan transaksi sering gagal.

“Terkait banyaknya keluhan masyarakat pengguna jasa perbankan di Aceh, terutama dalam hal pelayanan ATM yang sering kosong dan gagal transfer, saya melihat pihak bank syariah tidak serius mendukung pelaksanaan Qanun Lembaga Keuangan Syariah yang sudah disepakati antara Pemerintah dan DPRA di Aceh,” kata Asrizal kepada detikcom, Senin (3/5).

Untuk diketahui, saat ini di Aceh hanya terdapat bank syariah. Politikus PAN ini menyebutkan, ATM bank syariah kerap kosong hingga berhari-hari dan menimbulkan berbagai permasalahan lainnya.

“Misal saat nasabah ingin menarik uangnya, saldo telah terpotong namun uang tak keluar dari mesin ATM tersebut,” jelas Asrizal.

Pihak BSI pun mengakui kejadian tersebut. Bank hasil peleburan tiga unit bank syariah BUMN tersebut pun meminta maaf.

“Sehubungan dengan pemberitaan mengenai kesulitan nasabah melakukan transaksi perbankan di Aceh, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami nasabah,” kata Group Head Corporate Secretary Rosalina Dewi dalam keterangan tertulis, Rabu (5/5).(dtc)