Pedagang Dan Pekerja Kota Kabanjahe Tak Dapat Bantuan Pemerintah

sentralberita | Kabanjahe ~ Warga masyarakat kota Kabanjahe dalam kurun waktu yang lama luput dari perhatian dan bantuan Pemerintah.

Khususnya dalam masa pandemi Covid-19 selama dua tahun berjalan, sehingga mereka merasakan kesulitan yang sangat dalam memenuhi biaya dana dalam kebutuhan kehidupan keluarga sehari-hari.

          Hasil Investigasi awak media ini di kota Kabanjahe, dalam kurun satu minggu ini, ditemukan keluhan warga masyarakat kota Kabanjahe, Wardiana Br Tarigan (59), pekerjaan pedagang sorong Sate Padang di Jalan Bangsi Sembiring Kabanjahe. Seorang janda keluarga wartawan, dengan dua anak, dalam kurun waktu masa Reformasi, tidak ada menerima bantuan pemerintah selaku warga kurang mampu atau miskin, jenis PKH, beras, sembako, uang tunai atau bentuk lainnya, termasuk dukungan bantuan modal usaha dari pemerintah maupun bank.

           Hal senada juga disampaikan Lidya Br Hutahaean dan J Marpaung sebagai juru parkir, yang sudah berdomisili di kota Kabanjahe dalam kurun 10 tahun, sangat merasakan kesulitan dalam menjalani kehidupan dengan tanggung jawab memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga dan biaya sekolah anak.

        Apalagi di masa pandemi Covid-19, sangat dirasakan kelesuan dalam pemasukan pendapatan, sehingga rasanya mau.mati aja dalam hidup saat ini, sangat terpuruk dalam pekerjaan, bisa.tidak ada pendapatan satu hari atau nombok bayar setoran, ujar Lidya seorang janda tiga anak ini.

Hal yang sama juga disampaikan jukir lainnya J Marpaung dengan lima anak tidak berdaya lagi dalam menghadapi hidup ini dengan segala keterbatasan yang ada, apalagi juga pihaknya dikejar-kejar biaya kontrakan rumah tinggal, ujar mereka dengan putus asa.

          Pada kesempatan ini, kiranya pemerintah memberikan perhatian atas kesulitan biaya hidup dari financial bantuan bagi warga miskin sampai kepada mereka dan pelatihan penguatan pekerjaan serta spiritual untuk tetap tegar dalam menjalani kehidupan yang di alami negeri kita sampai saat ini, ujar mereka memelas.

           Lurah Padang Mas, Lau cimba dan Kampung dalam yang ditemui awak.media ini di Kabanjahe, mengatakan pihaknya hanya mendata para warga miskin dan telah menyampaikan ke pihak Dinas Sosial Karo maupun Kantor BPS Karo, untuk proses lanjut.

         Namun, sisi lain, para warga miskin ini, kadang kala sulit di deteksi keberadaannya karena mereka belum punya rumah tinggal sendiri, sehingga keberadaannya berpindah-pindah dan bila pindah tidak memberitahukan kepada kepling atau lurah setempat agar dapat diketahui dalam perolehan bantuan pemerintah, ujar para lurah. (Hc)