Gegara Covid, 694 Ribu Penduduk Sumut Menganggur

sentralberita | Medan ~ Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara mencatat terdapat 694 ribu orang (6,44 persen penduduk usia kerja) yang terdampak Covid-19 yang mengakibatkan mereka menganggur.

    Koordinator Fungsi  Statistik Sosial Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara Mukhamad Mukhanif mengatakan hal itu Kamis (6/5/2021).

   Mukhanif menyebut jumlah terdampak Covid -19 itu terdiri dari pengangguran karena Covid-19 (59 ribu orang), Bukan Angkatan Kerja (BAK) karena Covid-19 (38 ribu orang), sementara tidak bekerja karena Covid-19 (34 ribu orang), dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena Covid 19 (563 orang).

    Jumlah angkatan kerja pada Februari 2021 sebanyak 7,479 juta orang, naik 129 ribu orang dibanding Agustus 2020. Sejalan dengan 

kenaikan jumlah angkatan kerja, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga naik sebesar 0,72 persen poin.

    Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) Februari 2021 sebesar 6,01

persen, turun 0,90 persen poin dibandingkan dengan Agustus 2020 dan naik 1,30 persen poin dibandingkan Februari 2020.

     Penduduk yang bekerja sebanyak 7,030 juta orang, meningkat sebanyak 188 ribu orang dari Agustus 2020. Lapangan pekerjaan 

yang mengalami peningkatan persentase terbesar dibandingkan dengan Agustus 2020 adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi 

(0,34 persen poin). Sementara sektor yang mengalami penurunan terbesar yaitu Sektor adalah Industri Pengolahan (0,56 persen 

poin).

     Sebanyak 4,159 juta orang (59,17 persen) bekerja pada kegiatan informal, turun 0,45 persen poin dibanding Agustus 2020. Persentase pekerja setengah penganggur turun sebesar 1,79 persen poin, demikian juga persentase pekerja paruh waktu turun

sebesar 1,52 persen poin dibandingkan Agustus 2020.

    Komposisi angkatan kerja pada Februari 2021 terdiri atas 7,030 juta orang penduduk yang bekerja dan 449 ribu orang pengangguran. Apabila dibandingkan Februari 2020 yaitu kondisi dimana belum terjadi pandemi Covid-19 di Indonesia, terjadi penurunan jumlah angkatan kerja 

sebanyak 178 ribu orang. 

    Penduduk bekerja juga mengalami penurunan sebanyak 266 ribu orang 

dan pengangguran meningkat sebanyak 88 ribu orang. Sementara itu apabila dibandingkan kondisi Agustus 2020 (kondisi pandemi Covid-19) jumlah angkatan kerja meningkat sebanyak 129 ribu orang. Penduduk bekerja naik sebanyak 188 ribu orang dan pengangguran turun sebanyak 

52 ribu orang.

    Mukhanif menjelaskan perubahan Estimasi Data sampai dengan rilis Sakernas Februari 2020, penghitungan indikator masih menggunakan penimbang dari proyeksi hasil Sensus Penduduk 2010 (SP2010). Penimbang adalah faktor pengali sampel suatu survei untuk menghasilkan estimasi populasi penduduk. Pada tahun 2015, Badan Pusat Statistik melaksanakan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS 2015).

     Hasil SUPAS 2015 digunakan untuk menghitung proyeksi penduduk sampai dengan tahun 2045 dan mengoreksi

proyeksi hasil SP2010. Dengan adanya koreksi tersebut, maka sejak Sakernas Agustus 2020 dan selanjutnya, penghitungan indikator akan menggunakan proyeksi hasil SUPAS 2015.     

   Untuk menjaga keterbandingan, penyajian series data (tahun 2020-2021) akan menggunakan penimbang dari proyeksi penduduk hasil SUPAS 2015. Berbeda dengan sebelumnya yang disajikan secara tahunan, data yang disajikan saat ini adalah adalah tiga titik periode semesteran yaitu Februari 2020, Agustus 2020, dan Februari 2021. 

    “Hal ini dilakukan untuk menunjukkan 

perubahan dari dampak pandemi Covid-19 pada ketenagakerjaan,” ujarnya.

    Ia menyebut Penduduk Usia Kerja dan Angkatan Kerja Penduduk usia kerja merupakan semua orang yang berumur 15 tahun ke atas. Penduduk usia kerja mengalami tren yang cenderung meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk di 

Sumatera Utara. Penduduk usia kerja pada Februari 2021 sebanyak 10,778 juta orang, naik sebanyak 168 ribu orang dibanding Februari 2020 dan naik sebanyak 75 ribu orang jika dibanding Agustus 2020.

     “Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja yaitu 69,39 persen sebanyak 7,479 juta orang, sisanya termasuk bukan angkatan kerja,” katanya. (wie/red)