Wujudkan Medan Kota Ekonomi Kreatif, Pemko Medan Gelar Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Konten Kreator

sentralberita|Medan ~ Guna mewujudkan Kota Medan sebagai kota ekonomi kreatif dan inovatif Pemko Medan melalui Dinas Ketenagakerjaan Kota Medan menggelar pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja kejuruan Content Creator. Diharapkan melalui kegiatan ini akan menciptakan calon tenaga kerja dan wirausaha mandiri yang terampil di bidangnya.

Pendidikan dan Pelatihan keterampilan bagi pencari kerja kejuruan Content Creator (konten kreator) ini dibuka Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution SE MM dihadiri Wakil Wali Kota Medan H Aulia Rachman SE, di Universitas Batuta, Jalan Gajah Mada, Rabu (21/4). 

Hadir dalam pembukaan tersebut Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan Hanna Lore Simanjuntak, Kadis Koperasi dan UMKM Edliaty Siregar dan Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota  Medan F Andreas serta Akademisi Universitas Batuta.

Dikatakan Wakil Wali Kota Medan, pendidikan dan pelatihan keterampilan bagi pencari kerja kejuruan konten kreator ini sangat bagus bagi mengembangkan potensi dan bakat generasi muda.

Namun demikian mengingat waktu yang singkat, Aulia Rachman meminta pembimbing dan pendamping agar dapat berfikir secara rasional yang bakal menjadi tujuan dari kegiatan ini. Sehingga nantinya akan melahirkan generasi muda yang terampil di bidangnya.

“Konten kreator merupakan seni, sebab semua potensi yang ada di dalam diri kita keluarkan sehingga menghasilkan seni. Oleh karena itu peserta yang mengikuti pendidikan dan pelatihan keterampilan ini jangan hanya sekedar ikut dan ingin tau.

Artinya dengan waktu yang singkat ini tanamkan dalam diri bahwa kita mampu dan dapat berimajinasi untuk karya yang lebih baik lagi,” kata Wakil Wali Kota Medan.

Menurut Aulia Rachman, konten kreator saat ini lagi tren di kalangan generasi muda dan dapat menghasilkan pendapatan bagi mereka. Selain itu terdapat berbagai jenis program yang dapat dijadikan fokus konten kreator, tinggal kita memilih sesuai dengan arah jati diri.

“Insyaallah para peserta didik akan berhasil mengikuti pendidikan dan pelatihan keterampilan ini. Saya berpesan jangan kaku, lepaskan ekspresi dan pertajam potensi diri sehingga menjadi konten kreator yang handal dan berprestasi di Kota Medan,” ujar Wakil Wali Kota Medan.

Kemudian Aulia Rachman juga menjelaskan bahwa Pemko akan melakukan pendampingan bagi pelaku seni, seperti kota Bandung. Nantinya para pelaku seni akan kita dampingi dan wadahi agar potensi yang mereka miliki dapat bermanfaat untuk kemajuan Kota Medan.

“Rencananya gedung Werenhuis akan dijadikan sebagai tempat edukasi, pendampingan dan komunikasi. Oleh karena itu mari kita resapi, hayati dan nikmati dalam pendidikan ini sehingga akan diketahui imajinasi arah jati diri kita sebagai konten kreator,” jelas Wakil Wali Kota Medan.

Sebelumnya Kadis Ketenagakerjaan Kota Medan Hanna Lore Simanjuntak menjelaskan tujuan digelarnya Pendidikan dan Pelatihan keterampilan bagi pencari kerja kejuruan konten kreator ini untuk mewujudkan kota Medan sebagai kota ekonomi kreatif dan inovatif.

“Selain itu kegiatan ini nantinya diharapkan menghasilkan calon tenaga kerja dan wirausaha mandiri yang terampil di bidang editing video, desain media  Kreatif, potografi, menyajikan video yang menarik dan mampu mengelola media sosial dalam mengembangkan usaha – usaha kecil menengah,” jelasnya.

Kemudian Hanna Lore Simanjuntak juga menjelaskan, kegiatan yang berlangsung selama 7 hari dari tanggal 21 April sampai 28 April 2021 ini diikuti 16 peserta yang lulus seleksi dari 200 peserta yang mendaftar.

“Peserta merupakan penduduk asli kota Medan dan terdaftar sebagai pencari kerja di Dinasker. Nantinya mereka selama 56 jam akan mengikuti pelatihan yang terdiri dari 30 persen teori dan 70 Persen praktek. Selain itu di akhir nanti akan diuji dan bagi yang lulus akan diberikan Sertifikat,” ujarnya.

Selanjutnya sebagai tanda dimulainya Pendidikan dan Pelatihan keterampilan ini, Wakil Wali Kota Medan menyematkan tanda peserta dan menyerahkan ATK dan Peralatan praktek secata simbolis kepada peserta. (SB/01)