Terkait Narkoba, Bos KTV Electra Diultimatum Serahkan Diri 1×24 Jam

sentralberita | Medan ~Terdakwa kepemilikan narkotika sebanyak 14 butir pil ekstasi,Sugianto alias Aliang Diultimatum 1×24 jam terhitung hari ini agar menyerahkan diri ke Kejaksaan Negeri ( Kejari ) Medan untuk dilakukan penahanan di Rutan Tanjung Gusta Medan.

Bila tidak,maka Kejaksaan akan mengeluarkan status buron dan menjadikannya masuk dalam operasi tabur ( tangkap buru) Kejaksaan Tinggi Sumut.

” Saya baru mendapatkan informasi dari Kajari Medan,bahwa Majelis hakim kasasi MA sudah mengeluarkan penetapan agar terdakwa Sugianto alias Aliang dimasukkan dalam tahanan “ujar Aspidum Kejatisu Sugeng kepada wartawan,Jum,at sore (16/4/2021).

Seperti diketahui,perintah penahanan yang dikeluarkan hakim MA sejalan dengan putusan di tingkat banding Pengadilan Tinggi Medan,yang menghukum bos KTV Electra 4 tahun penjara dan diperintahkan untuk dimasukkan dalam tahanan .

Namun hingga kasus ini bergulir ke tingkat kasasi Aliang tidak dapat ditangkap pihak Kejaksaan.Dan setelah MA mengeluarkan perintah penahanan,barulah Kejatisu mengultimatum terdakwa agar menyerahkan diri 1×24 jam.

Ditengah upaya Pihak Kejaksaan melakukan pencarian, Aliang justru terpantau sedang menggelar konperensi pers di sebuah hotel di Medan dengan didampingi penasihat hukumnya,dua hari lalu.

Sebelumnya,Aspidum menegaskan pihaknya telah melakukan pencarian terhadap Aliang, dimulai dari tempat terdakwa direhabilitasi selama 6 bulan sesuai putusan PN Medan. Namun keterangan dari Klinik tempat terdakwa direhab, bahwa terdakwa telah usai menjalani rehabilitasi dan telah keluar.

Kemudian pihak Kejati menuju alamat sesuai di KTP maupun didalam dakwaan juga tidak menemui terdakwa rumahnya.
“Kejaksaan masih terus mencari tahu keberadaan terdakwa atau melaksanakan putusan pengadilan tinggi, meski dalam hal ini terdakwa juga telah mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Masih untuk perkara tersebut kita juga mengirimkan kontra memori kasasi,”ucap Sugeng.

Menurut Aspidum,dalam perkara ini, Sugianto memang telah melaksanakan putusan rehabilitasi dari putusan Pengadilan Negeri Medan terhitung semenjak Januari 2020 hingga Juli 2020 di Klinik Ketergantungan Napza Setia Budi Jalan Setia Budi No 94 I Medan.

Sedangkan putusan PT Medan itu pada bulan Agustus 2020. Dan begitupun kita tetap melakukan pencarian. Jadi berdasarkan putusan sekaligus penetapan penahanan terhadap terdakwa oleh majelis hakim Pengadilan Tinggi yang belum kita laksanakan, kita akan cari terus. Apabila nantinya ketemu terdakwa kita akan serahkan ke Rutan, meski nantinya akan ada debat table dengan pihak Penasehat Hukum terdakwa, ungkap Aspidum.

Namun menurut informasi yang beredar Sugianto alias Aliang sering terlihat duduk – duduk di hotel Emerald Garden bersama sejumlah orang yang diduga adalah pengacara .

Dikatakan, bahwa PT Medan memutuskan 4 tahun penjara denda Rp1 miliar dengan subsider 3 bulan penjara kepada Sugianto alias Aliang dalam putusan yang dibacakan Hakim Ketua Agung Wibowo SH Mhum, tertanggal 25 Agustus 2020 dengan Nomor Putusan Banding 894/Pid.Sus/2020/PT MDN. Disebutkan juga bahwa terdakwa dalam putusan Pengadilan Tinggi Medan itu melanggar Pasal 112, megakhiri penjelasannya atau statmannya.

Sebelumnya, dalam dakwaan jaksa penuntut umum pada Selasa tanggal 27 Agustus 2019 sekitar pukul 10.30 WIB, terdakwa Sugianto alias Aliang datang ke Kantor KTV Electra, Jalan Kompleks CBD Polonia Blok G Nomor 50 Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia dan masuk ke dalam ruangan kerjanya.

Saat itu, terdakwa menyimpan barang haram tersebut di ruang kerjanya. Petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut menerima informasi dari masyarakat bahwa terdakwa menyimpan narkotika. Sekitar pukul 11.30 WIB, petugas kepolisian menuju ke KTV Electra. Setelah tiba, petugas menuju ke ruangan terdakwa yang saat itu sedang duduk.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan di lokasi tersebut dengan didampingi salah satu petugas keamanan KTV Electra, Haposan Setiawan. Namun saat itu, laci pertama meja kerja milik terdakwa dalam keadaan terkunci. Sehingga saksi Haposan Setiawan membongkar atau membuka laci tersebut dengan izin terdakwa.

Setelah laci tersebut dapat dibuka, petugas menemukan satu lembar amplop warna putih berisi pil ekstasi logo Mahkota sebanyak 14 butir, Happy Five (H5) 9 butir dan serbuk ketamin seberat 1,36 gram. (fs/red)