Tahlilan Hari Ketiga Alm Zulfikar Tarius, Edy Rahmayadi Ucapkan Terima Kasih Atas Doa yang Dipanjatkan

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengadakan Tahlilan Hari Ketiga Almarhum Kombes Pol Zulfikar Tarius yang merupakan adik kandungnya di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman, Medan, Selasa (27/4/2021). (Foto Dinas Kominfo Sumut : Veri Ardian).

sentralberita|Medan – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengucapkan terima kasih atas perhatian dan seluruh doa yang telah dipanjatkan masyarakat Sumut atas kepulangan adik kandungnya Almarhum (Alm) Kombes Pol Zulfikar Tarius ke pangkuan Allah SWT.

Hal ini disampaikannya pada acara Tahlilan Hari Ketiga yang berlangsung di Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41 Medan, Selasa (27/4). “Terima kasih atas perhatian dan doanya. Tak ada yang dapat saya balas melainkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Semoga Allah Yang Maha Kuasa yang membalasnya,” ucap Edy Rahmayadi.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Ketua MUI Sumut Maratua Simanjuntak, mantan Ketua MUI Medan Mohd Hatta, Mantan Walikota Medan Abdillah, para Pimpinan OPD Pemprov Sumut, anggota Brimob, serta anak yatim piatu.

Usai melantunkan Tahtim dan Tahlil serta doa bersama, Edy Rahmayadi menyampaikan bahwa Almarhum Zulfikar Tarius merupakan adik kedua dari empat bersaudara. Edy Rahmayadi juga mengucapkan permohonan maaf pada masyarakat dan lainnya, dengan kondisi pandemi Covid-19, tempat dan tamu yang hadir dibatasi. Selain itu, acara ini juga dibuat sesingkat mungkin untuk menghindari terjadinya penyebaran Covid-19.

“Dengan kondisi yang masih pandemi Covid-19 saya memohon maaf, tempat yang disediakan tidak dapat menampung seluruhnya. Kemudian juga karena dalam kondisi pandemi ini juga tidak diperkenankan untuk berlama-lama kita di sini,” katanya.

Sementara itu, Ustaz Mohd Hatta dalam kesempatan itu menyampaikan nasihat pada keluarga yang ditinggalkan, bahwa kematian sudah ditetapkan, maka tidak akan bisa ditolak oleh siapa pun. Musibah kematian merupakan contoh bagi yang ditinggalkan untuk dapat mempersiapkan kematian dengan memperbanyak amal dan kebaikan.

“Tugas ahli waris yakni berdoa untuk almarhum, karena tiada lain yang diharapkan bagi si mayit selain doa anak, dan keluarga. Selain itu keluarga yang ditinggalkan untuk tetap menyambung silaturahmi dengan yang lainnya,” katanya.

Pada acara yang dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat tersebut, juga diisi dengan pemberian santunan kepada 100 anak yatim piatu, yakni berupa bingkisan pangan dan lainnya.

Sementara itu, menjawab pertanyaan wartawan, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumut Irman Oemar menjelaskan, Alm Kombes Pol Zulfikar Tarius meninggalkan seorang istri bernama Anis Agung Pratiningsih dan seorang anak bernama Siti Shabira Zulfikar, yang berdomisili di Jakarta.(SB/H)