Mencekam… Teror Harimau Mangsa Lembu Warga di Langkat

sentralberita | Langkat ~ Peristiwa matinya hewan ternak (lembu) milik warga di Dusun 8, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Langkat, Sumatera Utara pada Kamis (8/4/2021), kemarin kembali terjadi.

Kuat dugaan lembu yang mati tersebut dimangsa harimau Sumatera.

Berdasarkan catatan, dari bulan Desember 2020 hingga kemarin, sudah 12 ekor lembu menjadi mangsa satwa dilindungi itu. 

Adapun data yang dihimpun, pertama pada Jumat (18 Desember 2020), 1 ekor lembu dimangsa harimau di Blok Hutan Sei Kelam wilayah Kerja Resort Bohorok, Langkat.

Kedua, Senin (25 Desember 2020), 2 ekor lembu dimangsa harimau di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat.

Ketiga, Rabu (6 Januari 2021), 2 ekor lembu dimangsa harimau di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat.

Keempat, Jumat (8 Januari 2021), 1 ekor lembu dimangsa harimau di Dusun Selayang, Desa Lau Damak, Kecamatan Bahorok, Langkat

Kelima, Senin (11 Januari 2021), 5 ekor lembu dimangsa di Dusun Batukatak, Desa Batu Jongjong, Kecamatan Bahorok, Langkat, 

Dan keenam, Kamis (8 April 2021), 1 ekor lembu dimangsa di Dusun 8, Desa Timbang Lawan, Kecamatan Bahorok, Langkat. 

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah V Bahorok, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) Palber Turnip membenarkan kejadian tersebut, Jumat (9/4/2021) ketika dikonfirmasi awak media.

Dalam penjelasannya, satu ekor lembu yang dimangsa harimau itu milik warga bernama Hendro. “Bangkai lembu itu awalnya ditemukan oleh warga yang kemudian melaporkannya ke pihaknya,” jelasnya.

Dari laporan itu, sambung Turnip, kemudian dilakukan pengecekan dan menemukan bangkai lembu seberat 70 kg itu berada sejauh 200 meter dari kandang anti serangan harimau (tiger proof enclosure/TPE) yang dibuat BBTNGL bersama mitra WRU pada Oktober 2019.

“Saat terjadi konflik di bulan Mei 2020, Hendro menjual lembunya. Kandang itu kemudian tidak dirawat dan kosong selama 11 bulan,” ungkapnya. 

Masih dikatakan Turnip, setelah itu, kandang tersebut kosong dan tidak terawat dan sudah tidak memiliki pintu, kandang itu digunakan oleh Hendri setelah mendapat izin dari pemilik kandang. 

“Di kandang yang sudah rusak dan tak laik lagi itu, Hendri meletakkan 1 ekor lembu selama sekitar seminggu,” bebernya.

Dijelaskannya, saat itu pihakya juga melakukan pengecekan di lapamngan dan menemukan jejak harimau di seberang sungai. 

“Kotoran sapi terletak dengan rapi, tidak ada noda darah di dalam kandang sehingga mengindikasikan tidak ada pergumulan antara harimau dengan lembu di dalam kandang. Robohnya kandang tergeletak rapi dan tidak seperti hasil pekerjaan binatang,” katanya.

Turnip membenarkan, terhitung sejak Desember 2020 hingga 8 April 2021, sebanyak 12 ekor lembu yang telah dimangsa oleh harimau sumatera di Kecamatan Bahorok, Langkat. 

Sementara, Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut), Hotmauli Sianturi menjelaskan, mengenai ternak lembu warga yang dimangsa harimau sudah menjadi masalah yang itu-itu saja. 

Namun demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada warga untuk mengandangkan ternaknya di kandang TPE. 

“Itu lembu yang dimangsa ini kan diletakkan di kandang yang sudah 2 tahun ditinggalkan. Itu kandang yang dibuat sama-sama dulu tapi tidak dirawat. Mestinya kan tetap dirawat kandangnya. Jadi biar tetap bisa digunakan,” pungkasnya.(tc)