Marak Beredar Masker Palsu di Medan

sentralberita | Medan ~ Peredaran masker palsu marak di wilayah Kota Medan dan sekitarnya. Masker palsu ini dijual jauh di bawah harga yang asli sehingga warga harus jeli, tidak mudah tergiur dan berhati-hati dalam membeli.

 Seperti untuk salah satu merek masker medis yang rata-rata dijual Rp50.000-Rp75.000 per kotak berisi 25 lembar. Namun di pasaran para pedagang menjual masker palsu yang sama seharga Rp25.000-Rp35.000 per kotak berisi 50 lembar.  

“Ada berbagai merek. Mulai dari yang merek lokal sampai impor. Harganya antara Rp20.000-Rp35.000 untuk 50 lembar jenis masker biasa. Kalau yang jenis lain ada juga, tapi lebih mahal dan kurang peminatnya,” ujar Jamal (33), penjual masker di pinggir Jalan Sunggal, Kota Medan. 

Hal senada diakui Netty (22), seorang mahasiswa perguruan tinggi swasta yang menjadi penjual masker dadakan di bilangan Setia Budi, Kota Medan. Netty yang berjualan masker menggunakan mobil mengaku mendapat pasokan dari kenalannya yang bekerja di perusahaan farmasi.

“Ada kenalan kerja di perusahaan farmasi. Dia nawarin jualan masker. Untungnya lumayan. Setiap kotak kita bisa ambil untung Rp5.000-Rp10.000,” katanya.  Netty mengatakan, masker yang dia jual sebenarnya memiliki kualitas yang sama dengan merek asli.

“Kita tahu ini masker palsu. Masyarakat pun pasti tahu lah karena harganya murah. Tapi yang palsu cuma mereknya. Kalau kualitasnya sama saja,” katanya. 

Maraknya peredaran masker palsu ini sudah sampai ke Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kota Medan. Namun Satgas mengaku tak bisa berbuat banyak karena bukan menjadi ranah mereka.

“Kita sudah tahu, tapi sejauh ini belum ada masyarakat yang mengadu karena menjadi korban karena dampak masker palsu itu. Misalnya wajahnya luka atau seperti apa. Kalau untuk menertibkan itu kewenangannya di Dinas Perindustrian dan Perdagangan,” kata Juru Bicara pada Satgas Penanganan Covid-19 Kota Medan Mardohar Tambunan

Mardohar mengaku sulit untuk mengidentifikasi masker palsu atau asli secara fisik. Namun masker yang berfungsi baik untuk mencegah penularan Covid-19 setidaknya memiliki tiga lapisan sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI).

 “Kami imbau masyarakat tidak hanya tergiur dengan harga murah, tapi juga memperhatikan kualitas. Tetap menggunakan masker yang sudah sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 dan standar nasional Indonesia,” katanya.(in)