Komitmen, Kolaborasi Dan Keberlanjutan Kunci Percepatan Akses Keuangan Taput



sentralberita | Tarutung ~  Komitmen, Kolaborasi, dan Keberlanjutan, inilah tiga hal yang ditekankan sebagai kunci utama dalam percepatan akses keuangan di Tapanuli Utara.

Kepala OJK KR 5 Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) Yusup Ansori mengatakan hal itu

dalam sambutannya saat menghadiri pelaksanaan kegiatan Rapat Koordinasi, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program KUR Klaster Pertanian, Business Matching beragam program inklusi keuangan dan kegiatan “Sapa Pedagang Pasar” di Tarutung, 21 April 2021. Acara itu diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara sebagai bentuk implementasi program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2021 berlangsung di Sopo Rakyat Rumah Dinas Bupati Tapanuli Utara,

Yusup menyebut OJK mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini sebagai sebuah wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Taput bersama seluruh pengurus dan anggota TPAKD Kabupaten Taput, untuk memperluas akses jasa keuangan dalam rangka membangun perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara.

“Melalui TPAKD, yang walaupun baru dikukuhkan pada Oktober 2020, namun telah menggelar rangkaian kegiatan TPAKD yang inovatif dan kolaboratif antar berbagai pihak”, ujar Yusup.

Rangkaian kegiatan ini juga merupakan dukungan terhadap program nasional pemerintah terkait Keuangan Inklusif. 

TPAKD Taput telah berhasil membangun sebuah konsep pemberdayaan berbasis klaster melalui program KUR Klaster Pertanian Jagung yang tidak hanya bertujuan untuk mengakselerasi penyaluran kredit/pembiayaan ke sektor produktif, namun dalam proses bisnisnya melibatkan peran para pihak lainnya sebagai offtaker, pendampingan kegiatan budidaya, dan mitigasi risiko gagal panen.


Banyak pihak yang terlibat dalam kegiatan pemberdayaan ini, mulai dari OPD terkait Pemerintah Taput, PT Bank Sumut, Perusda Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) mencerminkan tingkat kolaborasi yang telah tertata sangat baik. 

Bupati Taput Nikson Nababan, selaku Ketua Pengarah TPAKD Taput, berperan aktif dalam memimpin langsung rapat dan beragam kegiatan. Sejak awal ikut memberikan gagasan, arahan dan dukungan dalam terwujudnya kerjasama program pemberdayaan berbasis klaster ini.

Kegiatan hari ini merupakan proses yang berkelanjutan dari MoU yang telah ditandatangani pada tanggal 20 Oktober 2020 di hadapan Gubernur Sumater Utara dalam rangkaian kegiatan Pengukuhan Serentak 29 TPAKD Kabupaten/Kota Se-Sumatera Utara

TPAKD Taput merealisasikan kegiatan business matching bekerjasama dengan PT Bank Sumut berupa penyerahan simbolis program KUR kepada 5 debitur dengan total kredit sebesar Rp560 juta, pembukaan rekening tabungan kepada 5 orang pelajar, dan penyerahan barcode QRIS kepada 4 Pelaku UMKM.

Di akhir rangkaian kegiatan, diisi dengan kegiatan “Sapa Pedagang Pasar”, langsung ke lokasi pelaku UMKM di Pasar Tarutung, dalam rangka kegiatan pembukaan dan transaksi tabungan oleh beberapa pedagang dan menggali langsung informasi manfaat dari kredit/pembiayaan yang telah diberikan, serta masukan untuk penyempurnaan layanan kedepannya. 

Yusup mengharapkan TPAKD Taput kedepannya dapat terus berinovasi, membangun kolaborasi dengan banyak pihak, dan memastikan keberlanjutan program kerja yang telah ditetapkan. “OJK sebagai bagian dari TPAKD berkomitmen untuk terus mendampingi, dalam memberikan masukan, memperkuat peran Lembaga Jasa Keuangan, mendesain inovasi program, dan fungsi monitoring serta evaluasi rutin yang dibutuhkan,” ujar Yusup. 

Bupati Taput Nikson Nababan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada OJK KR 5 Sumatera Bagian Utara, dan para pihak yang telah hadir. “Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara senantiasa akan terus berinisiasi mengimplementasikan beragam program perluasan akses jasa keuangan sejalan dengan program pembangunan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di daerah,” ungkap Nikson.

Program KUR Klaster Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara ini merupakan piloting yang pada tahap awal melibatkan 40 petani jagung, dan akan terus diperluas seiring besarnya potensi pengembangan komoditas pertanian dan peternakan di Tapanuli Utara, yang tentunya membutuhkan masukan dan kontribusi banyak pihak.

Hadir pula dalam kegiatan ini yakni Pimpinan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Direktur Bisnis dan Syariah PT Bank Sumut, Direktur Utama Perusda Pertanian Kabupaten Tapanuli Utara, Pimpinan Cabang PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) KC Medan, OPD Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara serta beberapa pelaku UMKM dan pelajar penerima simbolis program inklusi keuangan. (wie/red)