Komisi VI DPR RI Akui Kinerja PLN UIW Sumut Cukup Baik

General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung (kiri) memberi penjelasan tentang kelistrikan Sumut kepada anggota Komisi VI DPR RI Ir Herman Khaeron di kantor PLN UIW Sumut Rabu (21/4/2021).

sentralberita|Medan~Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan kerjasama, anggota Komisi VI DPR RI Ir Herman Khaeron melakukan kunjungan kerja ke Kantor PLN UIW Sumatera Utara dan mengakui kinerjanya dalam penyediaan energi listrik sudah cukup baik.

Dalam kunjungan Rabu (21/4/2021) itu, Khaeron disambut General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung didampingi Senior Manager Distribusi Didik Wicaksono, Manager UP3 Medan Hariadi Fitrianto, Manager UP3 Lubuk Pakam Evan Sirait serta Manager UP2D Sumut Adhi Herlambang.

Herman menyampaikan kunjungan tersebut merupakan agenda rutin dalam rangka melaksanakan tugas koordinasi dan peningkatan kerjasama kepada BUMN.

“Tidak ada agenda khusus pada kunjungan ini, hanya peningkatan koordinasi dan kerjasama BUMN,” ungkapnya.

Menurut Herman kinerja PLN UIW Sumatera Utara dalam menyediakan energi listrik sudah cukup baik.

“Kami lihat PLN UIW Sumut sudah melakukan fungsinya dengan baik.

Secara umum pengoperasian instalasi listrik serta layanan kepada pelanggan sudah baik. Kalaupun ada improvement secara teknis sudah saya sampaikan ke Pak GM,” tambah Herman.

Sementara itu General Manager PLN UIW Sumut Pandapotan Manurung menyampaikan apresiasi atas kunjungan Herman Khaeron. “Kami sampaikan terimakasih atas kunjungan Pak Herman ke Kantor PLN UIW Sumut.

Tak lupa kami ucapkan terimakasih atas masukannya. PLN, khususnya UIW Sumatera Utara terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan,” ungkapnya.

Saat ini, tambah Pandapotan, PLN UIW Sumut telah memiliki Distribution Control Center (DCC) yang dapat memantau secara realtime sistem distribusi 20kV, termasuk proses manuver serta gangguan.

“Dengan adanya DCC, PLN UIW Sumut dapat melakukan monitoring pasokan listrik dari 51 Gardu Induk dan dan 56 Gardu Hubung sehingga apabila terjadi gangguan proses lokalisir, manuver serta penanganan dapat dilakukan secara singkat,” jelas Pandapotan.
(SB/wie)