Kanit Intel Polsek Percut Larang Media Rekam Mediasi Bentrok Lahan Garapan Jl. Meteorologi

sentralberita | Medan ~ Kanit Intel Polsek Percut Seituan Iptu Dimpos 
Hutabarat komplain ketika melihat wartawan berupaya merekam upaya mediasi rebutan lahan di Jalan Meteorologi, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan. 

Dikutip Minggu (25/4), Sebelumnya, warga menaruh curiga dengan kehadiran Iptu Dimpos 
Hutabarat.

Warga bertanya-tanya, misi apa dibalik kehadiran Iptu Dimpos Hutabarat.

Apakah dia bakal bersikap netral, atau justru berpihak pada pemodal yang ingin mengusir warga. 

“Jangan direkam-rekam. Jangan dipolitisir,” sergahnya pada jurnalis.

Mendengar itu, warga lantas memotong.

“Maaf ya pak, kalau memang transparan, enggak usah takut,” kata seorang wanita di lokasi bentrokan.

Iptu Dimpos Hutabarat beralasan, kehadirannya di lokasi ingin memediasi masalah ini. 

“Saya enggak takut mau dilaporkan ke Presiden, saya enggak takut. Saya tulus, tapi jangan dipolitisir,” kata Iptu Dimpos Hutabarat. 

Apa maksud politisir itu pun tak jelas.
Namun, kata-kata itu terus diulangi. 

“Jangan politisir ini ya, mana kartu awak (media) ini. Mana kartumu, kita foto-fotoan dulu. Kalau kami polisi, jelas. Izin, jangan politisir nanti ya,” katanya lagi.

Sementara itu, warga mengatakan bahwa perebutan lahan ini berawal dari kedatangan sekelompok orang mengaku dari pihak PTPN II.

Alasannya, lahan yang diduduki warga itu adalah HGU PTPN II.

Karena merasa alasan itu cuma akal-akalan, Agam tokoh masyarakat setempat menanyakan mana dokumen HGU yang dimaksud sejumlah orang suruhan itu.

Saat bertemu dengan wartawan, Agam sempat memperlihatkan rekaman singkat soal bentrokan.

Dalam rekaman itu ada pria berpakaian tentara. Dia mengaku tenaga pengamanan PTPN II.

Meski mengaku sebagai tentara, namun Agam tak takut.
Dia tetap kukuh meminta legalitas orang-orang suruhan itu.

Bahkan, Agam menyebut pria berbaju tentara itu melindungi mafia yang selama ini mencuri pohon jati.(tc)