FUI Sumut Bubarkan Pertunjukan Kuda Kepang Berujung Baku Pukul

sentralberita | Medan ~ Sebuah video yang menunjukkan pertunjukan kuda kepang dibubarkan oleh anggota dari Forum Umat Islam (FUI) karena alasan syirik di Medan viral. FUI Sumut pun menjelaskan soal peristiwa itu.

Dilihat pada Kamis (8/4), dalam video terlihat sejumlah warga terlibat keributan dengan anggota FUI. Terlihat salah seorang anggota FUI sempat meludahi warga.

Keributan terus berlanjut hingga terjadi adu pukul antara anggota FUI dan sejumlah warga. Adu pukul itu akhirnya berhenti setelah warga lainnya mencoba melerai keributan.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (2/4) yang lalu. Anggota FUI disebut membubarkan kegiatan karena menganggap kegiatan itu syirik.

“Laskar Khusus Umat Islam FUI DPD Medan membubarkan pertunjukan seni budaya kuda kepang atau yang lazim disebut jaranan karena dianggap syirik,” tulis pengunggah video.

Adu pukul terjadi disebut karena anggota FUI yang meludahi warga. Anggota FUI itu disebut meludahi seorang wanita yang beradu argumen dengannya.

Ketua FUI Sumut, Indra Suheri, pun memberikan penjelasan terkait peristiwa itu. Dia membantah pihaknya melakukan pembubaran karena alasan syirik. Dia mengatakan pembubaran dilakukan atas permintaan dari Kepala Lingkungan di lokasi pertunjukan kuda kepang itu dilakukan karena tidak memiliki izin.

“Lokasi kejadian itu di jalan ringroad. Kebetulan kepling-nya kenal baik dengan orang FUI, jadi datanglah ke situ, karena kepling-nya tidak setuju. Karena tidak ada surat-surat yang boleh mempraktikkan jaran kepang di situ. Maka datanglah orang FUI ke situ sama kepling,” kata Indra saat dihubungi.

“Karena nggak ada surat izin, apalagi ke kepolisian, diminta membubarkan diri secara persuasif,” imbuhnya.

Indra mengatakan warga dan pemain kuda kepang tidak setuju dibubarkan sehingga terjadi keributan. Dia mengatakan ada anggotanya yang dipukul warga saat peristiwa itu.

“Laskar FUI berceloteh dia, warga tidak terima, laskar kita dipukul. Kemudian buat laporanlah kita ke polsek, sekarang sudah diproses itu,” jelasnya. (dtc)