Di Sumatera Barat, Warga Keramatkan Lempar Uang ke Kuburan Meninggi

s3ntralberita | Padang Pariaman ~ Kelakuan warga di kuburan yang tanahnya meninggi 1,5 meter di Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), bikin geleng-geleng kepala. Mereka mulai menganggap makam itu keramat dan melempar uang ke atas makam.
Pantauan di lokasi.

Dikutip Selasa (6/4), terlihat ada uang dengan nominal Rp 2.000 hingga Rp 10 ribu tergeletak di atas tanah kuburan yang meninggi itu. Uang itu terlihat dilemparkan warga dari luar pagar pembatas makam.

“Ini sedekah saja. Mudah-mudahan memberikan manfaat dan kebaikan,” kata salah satu warga asal Padang, Yuni, setelah melemparkan uang ke atas kuburan.

Yuni mengaku datang dari Padang karena penasaran terhadap tanah kuburan yang meninggi tersebut. Dia mengatakan makam itu keramat.
“Katanya ini makam keramat,” jelas Yuni.

Pengunjung lain, Upik Nur, melakukan hal serupa. Dia percaya makam tersebut punya nilai keramat.
“Saya dapat kabar dari mulut ke mulut dan datang ke sini,” kata dia.

Wali Korong Sungai Asam, Anuar, mengatakan pihaknya sudah mengingatkan warga agar tidak berbuat hal tersebut. Meski demikian, dia menyebut tetap saja ada warga yang membandel.

“Sejak awal kita sudah mengingatkan dan sudah melarang orang-orang berbuat seperti itu. Tapi yang namanya pengunjung, itu susah juga diawasi,” katanya.

Dia mengaku telah menyerahkan persoalan tanah kuburan meninggi itu kepada pihak suku Panyalai.

Kuburan yang tanahnya meninggi 1,5 meter itu terletak di Korong atau Kampung Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan 2×11 Enam Lingkung, Padang Pariaman, Sumbar. Tanah di kuburan itu mulai meninggi sejak bulan lalu.

Wali Korong Sungai Asam, Anuar, mengatakan tak ada yang tahu siapa yang dimakamkan di pusara itu karena tak ada nama pada batu nisannya.
“Siapa yang dimakamkan di sana, itu belum ada yang tahu, karena kuburannya sudah lama dan tidak ada nama di batu nisannya,” kata Anuar.
Dia menduga kuburan tersebut merupakan makam orang dari suku Panyalai. Makam itu diduga sudah lama ada.

“Itu kuburan kaum suku Panyalai,” kata Anuar.

Ahli geologi telah mengecek fenomena tersebut. Namun belum ada hasil pasti soal penyebab tanah di kuburan itu menggelembung. (dtc)