Dana BOS Kemenag di Agara Terindikasi ‘Dicurangi’

sentralberita | Kutacane ~ Dana bantuan operasional sekolah (BOS) tahun 2020-2021, pada jajaran Kemenag yang disalurkan untuk wilayah Aceh Tenggara, terindikasi dicurangi. Karenanya pihak penegak hukum, Polres dan Kejari diminta segera bertindak dan melakukan penyelidikan.  

Pasalnya, besar dugaan dana Bos yang seyogianya berkepentingan untuk kemajuan sekolah itu disinyalir kuat telah terjadi indikasi berbagai penyimpangan yang dilakukan oleh oknum kepala sekolah nakal untuk kepentingan pribadi dan golongan.

Dilansir Rabu (28/4), Informasi yang dihimpun belum lama ini dari nara sumber minta identitasnya di rahasiakan mengatakan, bahwa dalam penggunaan dana bos itu,  saat ini hanya menguntungkan pihak pihak terkait saja.

Artinya apa yang sudah menjadi pengajuan yang direncanakan akan dibeli dari dana bos diduga tidak seperti yang diharapkan. Bahkan tidak logika jika di lihat dari harga barang dari dana yang terealisasi.

Contohnya yang bisa menjadi catatan, sambung sumber, dana puluhan juta namun hanya dibeli beberapa mesin. Seperti komputer dan dana untuk pengadaan tersebut bervariasi.

Ironisnya jika dilirik dari barang yang dibeli sangat tidak logis alias mencekik leher, ungkap sumber langsung di rumah wartawan saat di minta informasi menyangkut bana Bos di bawah jajaran kemenag Kabupaten Aceh Tenggara (Agara).

Di tempat terpisah, Khaidir S.Pd, Oknum kepala sekolah Madrasah Tsanawiah Negeri 2 Kecamata lawe siga-gala yang dikonfirmasi Selasa (27/4), yang dihubungi langsung mengaku tidak masuk sekolah karna sakit perut.

Namun anehnya saat wartawan mendalami beberapa hal menyangkut dana, yang masuk pada sekolah, Khaidir selaku kepala sekolah enggan secara detil menjawab dengan alasan lupa.

Ia juga mengaku bendahara juga tidak masuk. Demikian juga halnya untuk pengadaan, ada 6 komputer yang di beli tanpa menyebut total anggaran.

Menyangkut indikasi penyimpangan, wartawan bersama tim akan terus mendalami realisasi segala yang masuk pada pihak sekolah. Termasuk dana bantuan anak yatim, kartu indonesia pintar serta berbagai pengadaan yang ada.

Bertujuan untuk mencapai indonesia bersih aceh tenggara jaya bebas dari bencana korupsi yang sudah lama melanda.

Sementara itu diharapkan juga sebelum laporan resmi masuk pada penegak hukum dari hasil investigasi dan konfirmasi central, saatnya institusi penegak hukum juga untuk bisa seyokgianya membentuk tim melidik dugaan penyimpangan yang ada demi terwujud nya penegakan hukum mencapai indonesia bersih dari segala bentuk indikasi koropsi kolusi dan nepotisme yang ada. (hc)