Bajing Loncat Mengganas di Mabar

sentralberita | Medan ~ Aksi bajing loncat di rel kereta api Jalan Rumah Potong Hewan (RPH), Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli masih sering terjadi, walaupun intensitasnya tidak seperti dahulu.

Tanjakan rel kereta api di Jalan RPH yang biasanya jadi tempat favorit para pelaku yang diantaranya merupakan sekelompok bocil alias bocah cilik, kini mulai ditinggalkan.

Dikutip Senin (5/4), Menurut Arni, warga sekitar, bahwa kawanan bajing loncat sudah hampir semuanya berpindah lokasi ke Jalan Kayu Putih, Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli.

“Sudah jarang mereka beraksi di sini. Sekarang sudah pindah ke Jalan Kayu Putih. Di sana mereka kayak ngetem gitu di kedai milik Jahar dekat rel kereta api di Kayu Putih. Kalau sudah ada target, mereka langsung beraksi,” kata Arni.

Arni menceritakan, bahwa sebelumnya sudah banyak yang menjadi korban di rel kereta api dekat rumahnya.
Belum lama ini, pernah seorang lelaki dan perempuan yang berboncengan naik sepeda motor kehilangan uang Rp 12 juta dari tasnya.

“Waktu itu korban nanya ke saya, panik dia sambil nangis-nangis bilang uang yang disimpan di tas sebesar Rp 12 juta hilang. Pas dilihat ada sobekan panjang seperti kena silet di tasnya,” ujarnya.
Arni sempat bertanya kepada salah seorang bajing loncat, bagaimana cara mereka beraksi hingga begitu mudah untuk menggasak barang-barang dari dalam truk maupun mobil pikap.

“Kalau kata dia (bajing loncat) pas saya tanya, dia bilang ada pakai serbuk untuk membuka gembok. Jadi dalam hitungan detik gembok sudah terbuka setelah serbuk ditabur. Terus gembok lepas perekatnya dan tinggal ditarik,” katanya.

Bukan cuma sekali saja Arni pernah bertemu dengan korban kejahatan di dekat rumahnya.
Pernah satu ketika, ada seorang lelaki yang panik setelah lewat rel barang bawaan yang dibawanya dalam tas juga ikut hilang.

Barang yang hilang itu berupa HP.
Menurut Arni, kawanan bajing loncat tidak begitu suka membongkar muatan truk kontainer, karena harus ada beberapa gembok yang dibuka.

“Pernah ada bajing loncat yang hampir mati pas lagi beraksi di atas kontainer. Dia kan naik di atas kontainer, terus enggak tahu di depannya ada kabel, jadi tersangkut kepalanya dan jatuh. Untung enggak mati dia kena lindas kendaraan di belakangnya,” ungkapnya.

Mirisnya, kawanan bajing loncat juga menggasak barang-barang dari pengantar barang online shop yang menggunakan sepeda motor.

“Mereka mau juga ambil barang-barang dari pengantar barang ekspedisi yang naik sepeda motor kayak Lazada. Kan kasian juga lihatnya. Korban nanti mesti ganti rugi ke bosnya, kan kasian. Pokoknya mereka ini semua digasaknya,” ujarnya.

Masih kata Arni, pernah ada truk muatan susu digasak kawanan bajing loncat dan susu kaleng yang dibawa berserakan dan di jalan RPH seperti banjir susu.

“Heboh juga waktu itu, warga bukan ngasih tahu ke sopirnya tapi malah berebut ngambil susu yang berjatuhan di jalan,” jelasnya. (tc)