Anggota DPRDSU Apresiasi Pernyataan Gubsu di Musrenbang

sentralberita | Medan ~ Sejumlah Anggota DPRD Sumut mengapresiasi pernyataan tegas dan paparan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi yang akan mengakomodir pembangunan sesuai potensi daerahnya. Pernyataan Gubsu tersebut membuktikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang dipimpin Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, tidak membeda-bedakan kab/kota di Sumut.

“Jadi jangan ada daerah-daerah itu merasa dibeda-bedakan atau mengkaitkan-kaitkan dengan hasil Pilgubsu kemarin. Pernyataan Pak Edy jelas, akan mengakomodir daerah yang membutuhkan pembangunan sesuai potensinya,” kata Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumut, Ari Wibowo menjawab wartawan di gedung dewan Jalan Imam Bonjol Medan, Jumat (9/4/2021).

.Ari Wibowo menyampaikan itu saat diminta tanggapannya seputar pernyataan dan paparan Gubsu Edy Ragmayadi di sela-sela Musrenbang.
“Kita tidak lagi seperti membagi roti. Jadi siapa (daerah) yang membutuhkan pembangunan sesuai potensi daerahnya, akan kita akomodir. Tidak ada tempat bagi daerah yang apatis, karena hasilnya bukan hanya untuk daerah itu saja, tetapi untuk Provinsi Sumatera Utara,” jelas Gubsu Edy saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Tahun 2022 di Hotel Santika Dyandra, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Kamis (8/4/2021).

Untuk itu, Ari Wibowo meminta kab/kota tidak menunggu roti atau kue pembangunan, namun aktif menjemput pembangunan yang sesuai dengan keunggulan dan potensi daerahnya masing-masing. “Kalau kita mau pembangunan, jangan menunggu kue, tidak ada istilah bagi-bagi kue, keunggulan dan potensi daerahnya masing-masing,” tuturnya.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kabupaten Labusel, Labura dan Labuhanbatu ini juga menambahkan, Fraksi Gerindra sangat mendukung program yang menjadi visi misi gubernur dan wakil gubernur Sumut, mengingat banyaknya ketertinggalan pembangunan infrastruktur maupun SDM.

“Pak Gubernur sangat berupaya membuat Sumut bermartabat, karena kecintaannya pada Sumut. Oleh karena itu, fraksi Gerindra meminta eksekutif mencari peluang sumber PAD, seperti pajak kendaraan bermotor, tambang, izin genset dan lainnya. Karena pembangunan memerlukan dana yang besar,” katanya sembari meminta kepala dinas atau OPD melakukan efisiensi anggaran pada kegiatan yang tidak penting.

MENGINTENSIFKAN

Hal senada disampaikan Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai NasDem, Rony Reynaldo.Situmorang. Rony menegaskan NasDem merupakan parpol salahsatu pendukung Edy Rahmayadi dan Musa Rajeckshah akan senantiasa mendukung upaya dilakukan kedua pemimpin Sumut tersebut. “Namun dukungan yang disampaikan tetap memberikan masukan dan kritikan, yang tujuan utamanya untuk kebaikan masyarakat di Sumut,”tegasnya.

Makanya, lanjut Rony, secara pribadi dia mengaku khawatir alokasi anggaran untuk mendanai rencana pembangunan megaproyek tidak memberikan manfaat maksimal di tengah pandemi Covid-19.
Dewan sebaliknya minta Pemprovsu mengintensifkan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi sumber pendapatan yang ada.

Sebab saat ini, pendapatan lain-lain yang sah tahun 2021 hanya tercapai Rp37,374 miliar atau 65,23% dari target Rp57,293 miliar.

Apalagi menyikapi pernyataan Gubsu bahwa pada tahun 2021, pihaknya akan membangun gedung Islamic Centre di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara berbiaya puluhan miliar.
Selanjutnya, pembangunan jalan tol Medan-Brastagi yang dijadwalkan dimulai tahun 2022 mendatang. Kemudian areal peternakan pertanian baru, pembangunan pembangunan bandara di Mandailing Natal (Madina).

Merespon ini, Rony Reynaldo berpendapat, Fraksi NasDem mendukung sepenuhnya langkah Pemprovsu dalam rangka memacu pembangunan infrastruktur yang lebih modren. “Namun langkah ini perlu dikaji lebih intensif, mengingat dana yang digelontorkan mencapai triliunan rupiah,” kata anggota Komisi D yang membidangi masalah infrastruktur ini.

Terkait jalan tol Medan-Brastagi, lanjut Rony, Komisi D sudah melakukan pertemuan dengan Badan Perencana Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta. Pihak Bappenas sendiri menyebutkan, infrastruktur itu belum dilengkapi dengan studi kelayakan (feasibilty), sehingga belum dapat diprioritaskan pembangunannya.
Dengan kondisi seperti itu, Rony khawatir pembangunannya tidak memberi manfaat maksimal bagi kelancaran pembangunan di Sumut.
Rony berpendapat, Pemprovsu diminta untuk terus mengintensifkan optimalisasi dan pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang sedang terpuruk akibat pandemi Covid-19. Kemudian terus menggali sumber pendapatan yang baru di Sumut guna meningkatkan pendapatan asli daerah.

“Perlu ada langkah kreatif dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menjajaki sumber pendapatan baru dalam rangka meningkatkan PAD,” katanya.

Dengan besarnya PAD, Rony berpendapat, Pemprovsu tidak perlu mencari dukungan pendanaan dari instansi lain, seperti lahirnya Pergub No 1/2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Ini yang kemudan ditindaklanjuti dengan naiknya bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina, terhitung 1 April 2021.(01/red)